BENGKULU, RBMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menyikapi secara serius keluhan dan penolakan masyarakat Pulau Enggano terhadap rencana penanaman kelapa sawit skala besar di wilayah terluar Provinsi Bengkulu tersebut.
Pemprov menilai aspirasi warga harus menjadi dasar utama dalam menentukan arah pembangunan, terutama di kawasan yang memiliki karakter lingkungan dan sosial yang sensitif seperti Enggano.
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni, menegaskan bahwa kebijakan pembangunan tidak boleh mengabaikan suara masyarakat lokal.
BACA JUGA : Jelang Ramadan 2026, BPOM Bengkulu Sasar Takjil dan Pangan Kemasan Berlabel Halal








