RBMEDIA.ID – Doa Qunut Ramadhan sering memicu pertanyaan di tengah umat Islam. Sebagian rutin membacanya. Sebagian lagi memilih tidak berqunut. Lalu, mana yang benar?
Topik ini dibahas dalam 30 Fatwa Seputar Ramadhan yang disusun dan diterjemahkan oleh Abdul Somad. Pada pembahasan Doa Qunut Ramadhan, beliau mengutip fatwa Syekh ‘Athiyyah Shaqar.
Pertama, Qunut disyariatkan ketika terjadi bencana. Dalilnya jelas. Rasulullah SAW pernah membaca Qunut dalam shalat lima waktu selama satu bulan. Beliau mendoakan kaum yang membunuh para sahabat.
Selain itu, riwayat dalam Sahih al-Bukhari menjelaskan bahwa Nabi membaca Qunut setelah ruku’. Bahkan beliau mengeraskan bacaan tersebut.






