Sementara 37 desa lainnya mengalami sinyal lemah yang belum mampu mendukung aktivitas digital secara optimal.
“Selebihnya, 37 desa berada pada kategori low signal. Konsentrasi terbanyak memang di Mukomuko,” ujar Kepala Dinas Kominfotik Bengkulu, Nelly Alesa, dikutip dari KORANRB.ID.
Target Penuntasan Bertahap
Pemerintah Provinsi Bengkulu telah memasukkan persoalan ini dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah lima tahun ke depan.
Penanganan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan fokus menghapus status blankspot pada 2026.
Setelah itu, peningkatan kualitas jaringan di wilayah low signal menjadi prioritas berikutnya.








