“Misalnya rumah sakit membutuhkan dokter spesialis tertentu, itu yang diusulkan. Begitu juga guru atau jabatan strategis lainnya yang memang menjadi kebutuhan daerah,” katanya.
Menurut Sri, seluruh usulan formasi telah melalui analisis jabatan dan analisis kebutuhan yang komprehensif.
“Setiap usulan formasi itu sudah sesuai prosedur. Kita melihat urgensinya, analisis jabatannya, dan kepentingan daerah. Formasi yang diusulkan pasti skala prioritas,” tegasnya.
Meski belum ada kepastian pembukaan CPNS 2026, Pemprov Bengkulu memastikan siap bergerak cepat begitu kebijakan pusat diterbitkan.
“Kalau nanti ada pemberitahuan dari BKN bahwa CPNS dibuka, tentu akan kita laporkan kepada pimpinan dan langsung kita proses. Karena yang diusulkan itu benar-benar kebutuhan daerah,” pungkas Sri Hartika.








