“Kita membutuhkan pimpinan OPD yang mampu menjadi motor penggerak perubahan, adaptif terhadap tantangan, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata Haryanto.
Dengan tingkat persaingan yang tinggi, seleksi terbuka ini menjadi momentum penting dalam pembenahan birokrasi daerah.
“Melalui proses yang kompetitif, transparan, dan akuntabel, kami berkomitmen membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas. Dari seleksi ini, kami ingin mendapatkan figur terbaik yang benar-benar layak mengemban amanah jabatan eselon II,” pungkasnya.








