RBMEDIA.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya pengaruh Siklon Tropis Jangmi yang saat ini bergerak di wilayah Laut Filipina utara.
Fenomena cuaca tersebut memicu terbentuknya area konvergensi dan konfluensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Meskipun Indonesia mulai memasuki periode musim kemarau di sejumlah daerah, kondisi atmosfer yang dinamis menyebabkan potensi hujan masih cukup tinggi.
BACA JUGA: Indonesia-Prancis Makin Erat, Prabowo Amankan 4 Kerja Sama Penting di Paris
Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Siklon Tropis Jangmi memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dengan tekanan udara minimum sekitar 998 hektopascal.
Sistem cuaca ini diperkirakan terus bergerak ke arah barat laut hingga utara dan berpotensi mengalami penguatan dalam 48 hingga 72 jam mendatang.
Siklon Jangmi Picu Pertumbuhan Awan Hujan
Keberadaan Siklon Tropis Jangmi tidak hanya memengaruhi wilayah di sekitar Laut Filipina, tetapi juga berdampak terhadap pola cuaca di Indonesia.
Fenomena ini memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang memperbesar peluang terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan yang turut memperkuat aktivitas atmosfer.
Kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya sabuk konvergensi yang membentang dari wilayah Papua, Teluk Cenderawasih, Sulawesi Tenggara, Kalimantan hingga Jawa Tengah.
Akibat kombinasi dua fenomena tersebut, peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat meningkat di sejumlah daerah.
Bahkan, beberapa wilayah berpotensi mengalami cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba.
BACA JUGA : Alpukat Bantu Jaga Kesehatan Jantung, Begini Cara Kerjanya yang Perlu Diketahui
Sejumlah Kota Berpotensi Diguyur Hujan dan Petir
BMKG memprakirakan beberapa kota besar di Indonesia akan mengalami kondisi cuaca yang beragam.
Wilayah Jambi, Banjarmasin, dan Tanjung Selor diperkirakan berpotensi mengalami hujan disertai petir.
Sementara itu, sejumlah kota lain seperti Jakarta, Banda Aceh, Palembang, hingga Surabaya diprediksi berada dalam kondisi berawan tebal.
Meski tidak seluruhnya diguyur hujan, masyarakat tetap diminta mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Di kawasan Indonesia timur, potensi hujan ringan diperkirakan terjadi di Palu, Kendari, Ternate, Ambon, dan Merauke.
Adapun wilayah Gorontalo memiliki potensi cuaca yang lebih signifikan dengan kemungkinan hujan disertai petir.
Selain hujan, BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang yang dapat terjadi di beberapa daerah, terutama wilayah Nusa Tenggara Timur.
Oleh karena itu, masyarakat, nelayan, serta pelaku transportasi laut diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru.
Dengan kondisi atmosfer yang masih aktif, kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi.








