LEBONG, RBMEDIA.ID – Bank Bengkulu (Babe) Cabang Muara Aman mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya modus penipuan digital yang semakin beragam.
Seiring berkembangnya teknologi, pelaku kejahatan pun memanfaatkan berbagai cara untuk mengelabui calon korban.
Pimpinan Cabang (Pincab) Bank Bengkulu Muara Aman, Yerri Ariansuri, SE, menegaskan bahwa kewaspadaan adalah kunci utama agar masyarakat tidak terjebak dalam jerat penipuan.
“Masyarakat jangan mudah percaya dengan tawaran apa pun yang mengatasnamakan lembaga resmi tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu,” tegas Yerri dikutip dari KORANRB.ID, Kamis (25/9).
Modus Penipuan yang Paling Sering Terjadi
Menurut Yerri, ada beberapa modus penipuan digital yang kini marak di masyarakat.
Pertama, tawaran investasi ilegal dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.
Padahal, perusahaan tersebut tidak memiliki izin resmi dari otoritas terkait.
BACA JUGA: Eks Bupati Seluma Terbukti Palsukan STNK Mobnas, Kejari Ungkap Fakta Baru
Kedua, pinjaman online (pinjol) ilegal.
Pinjol jenis ini seringkali mengenakan bunga yang sangat tinggi dan tidak berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain itu, ada pula modus lowongan pekerjaan fiktif.
Dalam kasus ini, korban diminta membayar sejumlah biaya administrasi atau registrasi dengan janji akan segera diterima bekerja.
Tak kalah merugikan, masyarakat juga sering dijebak dengan modus hadiah undian palsu.
Pelaku mengaku sebagai penyelenggara kuis atau program resmi lalu meminta korban mentransfer sejumlah uang sebagai syarat pencairan hadiah.
“Bahkan ada juga penipuan yang mengatasnamakan instansi resmi untuk memperoleh data pribadi, password, hingga kode OTP calon korban,” jelas Yerri.
Cara Mencegah Jadi Korban
Untuk menghindari berbagai bentuk penipuan, Bank Bengkulu Muara Aman memberikan sejumlah imbauan penting.
Pertama, masyarakat diminta selalu mengecek legalitas perusahaan atau layanan yang menawarkan produk keuangan melalui website resmi OJK atau instansi berwenang.
Kedua, jangan pernah membagikan data pribadi seperti PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari lembaga resmi.
BACA JUGA : Tragedi MBG Lebong, Mabes Polri Periksa Pejabat hingga Kepala Dapur
Ketiga, masyarakat harus langsung mengabaikan bila ada pihak yang meminta transfer uang dengan alasan biaya administrasi atau pendaftaran.
Selain itu, langkah lain yang disarankan adalah menghubungi call center resmi atau kanal komunikasi terpercaya dari instansi terkait jika merasa ragu terhadap suatu tawaran.
Pentingnya Edukasi Bersama
Lebih lanjut, Yerri menekankan bahwa pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri.
Perlu ada edukasi berkelanjutan kepada keluarga, kerabat, hingga lingkungan sekitar agar tidak ada lagi korban baru.
“Dengan kewaspadaan bersama, kami berharap masyarakat Bengkulu dan sekitarnya dapat terhindar dari berbagai modus penipuan digital yang merugikan,” tutupnya.
Dengan berbagai upaya pencegahan ini, Bank Bengkulu optimistis masyarakat dapat lebih terlindungi.
Keamanan digital bukan hanya tanggung jawab lembaga keuangan, melainkan juga komitmen bersama seluruh lapisan masyarakat.








