BENGKULU, RBMEDIA.ID – Fenomena penipuan asmara atau love scamming semakin marak di media sosial.
Modus ini memanfaatkan perasaan korban dengan dalih cinta, lalu berujung pada kerugian finansial maupun psikologis.
Dengan perkembangan teknologi, pelaku love scamming semakin lihai memanipulasi emosi. Karena itu, masyarakat perlu memahami cara kerjanya agar tidak terjebak.
Bagaimana Modus Love Scamming Berjalan?
Pelaku biasanya memulai dengan membuat akun palsu menggunakan foto menarik dan identitas fiktif.
Mereka aktif mendekati target melalui pesan pribadi, memberikan perhatian intens, dan menumbuhkan rasa percaya.
BACA JUGA: Hantu-Hantu Ikonik Thailand yang Populer di Layar Lebar
Setelah hubungan terjalin, pelaku mulai menciptakan cerita dramatis, misalnya sakit keras, mengalami masalah keuangan, atau terjebak dalam situasi darurat.
Setiap cerita sengaja mereka rancang agar korban merasa iba. Dari sinilah, pelaku meminta uang, hadiah, atau bantuan tertentu.
Jika korban menuruti, mereka akan terus mencari alasan baru untuk menguras harta.
Lebih parah lagi, sebagian pelaku menggunakan informasi pribadi korban untuk ancaman atau pemerasan.
Tanda-Tanda Love Scamming yang Harus Diwaspadai
Untuk menghindari jebakan ini, pemilik akun media sosial perlu lebih kritis.
Pertama, waspadai orang yang terlalu cepat mengekspresikan cinta meskipun baru kenal.
Kedua, perhatikan apabila mereka menghindar dari pertemuan langsung atau selalu menolak panggilan video.
Ketiga, berhati-hatilah saat seseorang mulai menyinggung masalah uang, apalagi dengan nada mendesak.
Selain itu, periksa konsistensi identitas yang mereka tampilkan.
Banyak pelaku menggunakan foto palsu yang bisa ditemukan kembali melalui pencarian gambar.
BACA JUGA: 5 Film Horor Thailand Terseram yang Angkat Kisah Hantu Ikonik
Jika profil media sosial mereka terlihat terlalu sempurna atau tidak memiliki interaksi nyata dengan orang lain, besar kemungkinan itu hanyalah topeng penipuan.
Langkah Pencegahan Agar Tidak Jadi Korban
Mencegah tentu lebih baik daripada menyesal.
Karena itu, jangan pernah memberikan data pribadi atau informasi keuangan kepada orang yang baru dikenal di dunia maya.
Gunakan logika lebih dari perasaan ketika menjalin komunikasi. Jika menemukan tanda mencurigakan, segera hentikan interaksi dan laporkan akun tersebut.
Selain itu, diskusikan dengan orang terdekat apabila merasa bimbang.
Dukungan keluarga atau teman dapat membantu melihat situasi secara lebih objektif.
Dengan langkah-langkah ini, peluang terhindar dari love scamming akan semakin besar.
Love scamming bukan sekadar penipuan biasa, tetapi juga serangan terhadap emosi dan rasa percaya.
Pelaku memanfaatkan kelemahan hati korban untuk kepentingan pribadi.
Karena itu, pengguna media sosial harus lebih waspada dan tidak mudah terbuai.
Ingat, rasa cinta sejati tidak datang dengan permintaan uang atau janji-janji palsu.








