BANDUNG, RBMEDIA.ID – Peristiwa tragis mengguncang warga Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Seorang ibu berinisial EN ditemukan tewas gantung diri, sementara dua anaknya yang masih berusia 11 bulan dan 9 tahun diduga diracun.
Insiden memilukan ini terjadi pada Jumat (5/9) dan menyisakan luka mendalam, terutama setelah polisi menemukan surat wasiat yang ditinggalkan korban.
Kronologi Penemuan Kematian
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan kabar duka tersebut.
“Iya benar ada kejadian tersebut,” ujarnya dikutip dari Antaranews.com.
Menurutnya, EN mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di tiang pintu kamar, sementara kedua anaknya ditemukan tergeletak tidak bernyawa di dalam rumah.
BACA JUGA : Nadiem Makarim Jadi Tersangka, Hotman Paris: Tak Ada Satu Sen Pun Mengalir
Polisi yang mendatangi lokasi juga menemukan secarik surat wasiat.
Dalam catatan itu, EN menumpahkan isi hati mengenai tekanan hidup, utang menumpuk, dan rasa lelah yang tidak lagi bisa ia bendung.
Aparat kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap lebih detail motif dan latar belakang peristiwa memilukan tersebut.
Wasiat Penuh Kepedihan
Isi surat wasiat EN mengungkapkan keputusasaan yang mendalam. Ia menuliskan permintaan maaf berulang kali kepada orang tua, saudara, dan keluarganya.
“Saya sudah lelah lahir batin, saya sudah tidak kuat menjalani hidup seperti ini,” tulis EN.
Ia mengaku tidak sanggup menghadapi tekanan akibat lilitan utang yang semakin menumpuk tanpa tahu pasti jumlah dan asalnya.
Dalam surat itu pula, EN menyinggung kondisi rumah tangganya. Ia merasa memiliki suami yang tidak bertanggung jawab, penuh kebohongan, serta terus menambah utang.
“Saya lelah punya suami yang hanya besar omongan dan penuh kebohongan,” ungkapnya.
Bahkan, ia menuliskan bahwa kematiannya bersama anak-anak mungkin bisa menyadarkan sang suami, meski jika tidak pun, baginya yang penting anak-anak tidak lagi merasakan penderitaan.
BACA JUGA : Polda Jabar Selidiki Kasus Ibu Gantung Diri dan Dua Anak Tewas Diduga Diracun
Lebih jauh, EN menuliskan rasa malu karena terus merepotkan orang tua dan saudara.
Ia merasa tidak mampu membalas kebaikan keluarga yang selama ini menanggung beban hidupnya.
“Maafkan saya karena tidak bisa membalas budi kepada orang tua dan kakak-kakak,” begitu isi akhir wasiat yang ditinggalkannya.
Tugas Polisi Mengungkap Fakta
Kombes Pol Hendra menegaskan bahwa kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.
“Untuk saat ini anggota masih dalam perjalanan ke lokasi,” katanya.
Penyelidikan akan difokuskan pada penyebab pasti kematian dua anak korban serta kondisi psikologis sang ibu sebelum peristiwa terjadi.
Tragedi ini tidak hanya menyoroti sisi kriminal, tetapi juga membuka mata tentang tekanan ekonomi dan masalah rumah tangga yang bisa mendorong seseorang ke jurang keputusasaan.
Polisi berharap kasus ini menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih peka terhadap beban mental dan ekonomi yang dialami orang di sekitar mereka.








