PRABUMULIH, RBMEDIA.ID – Polemik pencopotan jabatan Kepala SMP Negeri 1 Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, yang sempat viral di media sosial akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari Wali Kota Prabumulih, Arlan.
Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada pihak terkait.
Pernyataan itu disampaikan Arlan melalui video di akun Instagram resminya, @cak.arlan_official, Selasa (16/9/2025) malam, seusai melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak.
“Saya mengucapkan permohonan maaf kepada Pak Roni (Roni Ardiansyah selaku Kepala SMP Negeri 1) dan seluruh masyarakat Prabumulih. Di media dikatakan, Pak Roni sudah diganti dan dipindahkan ke sekolah lain. Ini adalah berita hoaks. Saya belum memindahkan Pak Roni,” ujar Arlan.
Teguran, Bukan Mutasi
Dalam penjelasannya, Arlan menegaskan bahwa dirinya hanya memberikan teguran kepada Roni terkait sebuah kasus yang mencuat di sekolah tersebut.
BACA JUGA : 19 Jabatan OPD Masih Kosong, Pemprov Bengkulu Pastikan Seleksi Jalan Terus
Ia juga menyebut bahwa guru yang terlibat dalam kasus itu sudah dipindahkan sejak sepekan sebelumnya.
“Kasus ini sudah mencuat di media massa. Maka, saya memanggil Pak Roni, saya menegur Pak Roni supaya jangan sampai terjadi lagi kasus itu. Guru itu (pelaku kasus tersebut) sudah dipindahkan, sudah satu minggu yang lalu,” jelasnya.
Selain itu, Arlan juga membantah isu yang menyebut pencopotan Roni berkaitan dengan dugaan teguran terhadap anak pejabat yang membawa mobil ke sekolah.
“Lalu, mengenai berita anak saya, itu adalah berita hoaks. Anak saya tidak membawa mobil ke sekolah, anak saya diantar. Tapi kalau ini menjadi suatu kesalahan, saya mengucapkan permohonan maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat,” tegas Arlan.
Melalui keterangan tertulis, Arlan memastikan bahwa baik Kepala SMPN 1, Roni Ardiansyah, maupun satpam sekolah, Ageng Winoto, tidak dimutasi. Keduanya hanya menerima teguran dan tetap bekerja di SMPN 1 seperti biasa.
Video Viral dan Klarifikasi Roni
Isu pencopotan Roni menjadi heboh setelah akun Instagram @lets.talkandenjoy mengunggah video perpisahan mendadak Roni dengan para murid.
Dalam video itu, Roni tampak haru ketika dikerumuni murid-murid yang ingin bersalaman dengannya.
Menanggapi hal tersebut, Roni menegaskan bahwa momen itu terjadi secara spontan.
“Mungkin, anak-anak sudah mendengar isu bahwa saya dilepas dari jabatan kepala sekolah. Jadinya, mereka tunggu saya dan lari memeluk saya. Video itu dibuat spontan oleh guru yang ada di sana. Karena pengaruh media sosial, ternyata video itu viral,” ucap Roni.
Saat ditanya mengenai isu dirinya dicopot karena menegur anak pejabat, Roni hanya tersenyum.
“Saya tidak berani membuat argumen. Nanti, saya yang salah lagi,” katanya singkat.
Meski demikian, Roni mengaku sudah ikhlas dengan segala keputusan pimpinan.
“Intinya, saya salah membuat kebijakan. Selebihnya, silakan masyarakat yang menilai,” pungkasnya.








