BENGKULU, RBMEDIA.ID – Insiden keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa di Kabupaten Lebong pada Rabu (27/8) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menegaskan dapur MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan telah ditutup sementara.
Penutupan dilakukan untuk kepentingan penyelidikan oleh aparat penegak hukum dan tim investigasi MBG.
Fokus Pemprov Tangani Korban
Mian menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah pemulihan kesehatan para siswa yang menjadi korban.
BACA JUGA: Jalan Santai Bertabur Beras dan Dooprize, 30 Agustus oleh PAN Kota Bengkulu
Ia menyebut insiden ini merupakan musibah yang harus ditangani dengan serius dan cepat.
“Untuk sementara, pengelola dapur MBG ini dihentikan dan diinvestigasi dulu. Titik tekan Pemprov saat ini bagaimana anak-anak bisa sembuh,” ujar Mian saat meninjau langsung ke Kabupaten Lebong, Kamis (28/8).
Baznas Diminta Siapkan Makanan Tambahan
Selain menutup dapur MBG, Wagub Mian juga bergerak cepat dengan menghubungi Baznas Provinsi Bengkulu.
BACA JUGA: Ikuti Jalan Sehat Merah Putih Bengkulu, Raih Kesempatan Umroh Gratis!
Ia meminta Baznas menyiapkan makanan tambahan untuk para korban agar kondisi kesehatan mereka segera pulih.
“Untuk tiga sampai empat kali ke depan, makanan tambahan bagi korban akan ditanggulangi Baznas,” jelasnya.
Pemerintah Dampingi Para Siswa
Mian juga mengimbau para siswa yang masih mengalami gejala keracunan agar tidak ragu berobat ke rumah sakit.
Ia memastikan pemerintah akan mendampingi seluruh korban hingga pulih.
BACA JUGA: Syarat Calon Rektor UIN Fatmawati Bengkulu 2025
“Bagi yang takut ke rumah sakit, kita akan dampingi. Sementara bagi siswa yang kondisinya sudah membaik, silakan dipulangkan agar rumah sakit tidak terlalu sesak,” pungkasnya.
Kasus keracunan MBG di Lebong menjadi evaluasi penting bagi penyelenggara program makanan bergizi.
Pemprov Bengkulu memastikan akan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menjamin pemulihan para korban secara optimal.








