BENGKULU, RBMEDIA.ID – Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, melontarkan kritik keras terhadap perusahaan kelapa sawit yang dinilai tidak transparan dalam pelaporan produksi.
Dari total 55 pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Bengkulu, hanya empat perusahaan yang tercatat menyampaikan laporan secara lengkap.
Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap ketidakstabilan harga tandan buah segar (TBS) yang hingga kini belum sepenuhnya berpihak kepada petani.
BACA JUGA: Peluang Besar! Bengkulu Bidik Industri Biodiesel di Pulau Baai
Minimnya data akurat membuat proses penetapan harga menjadi tidak objektif dan berpotensi merugikan pelaku usaha kecil di sektor perkebunan.








