KAPUAS, RBMEDIA.ID – Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus bersikap tegas terhadap dugaan kelalaian pelayanan medis di Puskesmas Timpah yang viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat dua korban kecelakaan lalu lintas tidak segera mendapatkan pertolongan medis, hingga menimbulkan gelombang kritik dari masyarakat.
“Apalagi ini sekelas puskesmas di kecamatan yang berada di pinggir jalan lintas,” tegas Wiyatno di Kuala Kapuas, Sabtu (4/10), dikutip dari Antaranews.com.
Ia menilai, pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan dalam kondisi apa pun.
Bupati Instruksikan Pemeriksaan Lapangan
Mengetahui kejadian tersebut, Bupati Wiyatno langsung memerintahkan Sekretaris Daerah Kapuas dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, untuk melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan.
BACA JUGA :Kejari Kepahiang Selidiki Dugaan Korupsi Rp3,1 Miliar di RSUD Kepahiang
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas bila ditemukan kelalaian dalam pelayanan publik.
“Ini sebenarnya tidak boleh terjadi. Masyarakat harus mendapat pelayanan terbaik, apalagi ini menyangkut kesehatan,” ujarnya.
Wiyatno juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, dr. Tonun Irawaty Panjaitan membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima laporan terkait insiden tersebut dan sedang melakukan klarifikasi di Puskesmas Timpah.
“Rencananya hari ini saya mau ngecek ke sana,” kata Tonun.
Ia menambahkan, jika benar terjadi kelalaian sebagaimana yang beredar di media sosial.
Maka pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada Kepala Puskesmas Timpah.
“Kalau informasi yang viral itu benar, tentu akan ada tindakan disiplin. Namun kalau ternyata ada kesalahpahaman, kami akan lakukan pembinaan,” ujarnya menegaskan.
Kronologi dan Klarifikasi dari Puskesmas
Dari keterangan Kepala Puskesmas Timpah, peristiwa tersebut terjadi karena dua petugas jaga saat itu tengah keluar membeli makanan di pasar.
Saat korban kecelakaan datang, staf yang tinggal di rumah dinas sebelah gedung rawat inap melihat kejadian dan segera membantu membawa korban ke ruang IGD.
BACA JUGA :Waspada! BMKG Sebut Bengkulu Berpotensi Hujan Ringan Disertai Angin Kencang
“Setelah itu, barulah dua petugas jaga tiba dan memberikan penanganan medis,” ungkap Tonun menjelaskan kronologi berdasarkan laporan internal.
Sebelumnya, video berdurasi sekitar satu menit memperlihatkan dua korban kecelakaan lalu lintas terbengkalai di teras puskesmas.
Salah satu korban terlihat terbaring lemah di lantai, sementara yang lain duduk bersandar tanpa pertolongan.
Ironisnya, pintu puskesmas dalam video tampak tertutup rapat dan diikat tali.
Aparat kepolisian yang mendampingi para korban akhirnya berinisiatif membawa mereka masuk ke ruang perawatan untuk mendapatkan pertolongan.
Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (3/10) sore sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial.
Bupati Kapuas menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi sikap abai terhadap pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan.
“Kami akan pastikan setiap warga mendapat pelayanan medis yang layak, cepat, dan manusiawi,” tutup Wiyatno.
Pemerintah daerah juga berjanji memperketat pengawasan terhadap seluruh fasilitas kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.








