BENGKULU, RBMEDIA.ID – Kejadian keracunan massal siswa dan guru usai menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong membuat banyak pihak waspada.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepahiang, Dr. Hartono, menegaskan agar penyedia makanan tidak bekerja asal dan benar-benar memperhatikan kualitas hidangan yang diberikan kepada peserta didik.
“Kita minta rekanan untuk betul-betul memperhatikan makanan yang disajikan. Pastikan steril sebelum disajikan,” ujar Hartono, dikutip dari KORANRB.ID, Jumat (5/9).
Ia menekankan bahwa menu MBG disusun sesuai standar gizi seimbang dari Badan Gizi Nasional (BGN), dengan komposisi tinggi protein, sayuran, serta buah-buahan segar.
Pengawasan Diperketat
Hartono menilai peran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepahiang sangat penting untuk memastikan keamanan makanan.
Petugas diminta aktif turun langsung memeriksa dapur penyedia MBG agar kasus serupa di Lebong tidak terjadi di wilayah mereka.
BACA JUGA : Wasiat Pilu Ibu Sebelum Mengakhiri Hidup Bersama Dua Anaknya
“Bukan hanya kebersihan makanan yang dimasak, makanan yang tidak dimasak seperti buah-buahan juga harus diperhatikan. Buah-buahan ini harus bebas bahan pengawet ataupun pestisida,” tegas Hartono.
Ia juga mengingatkan bahwa program MBG di Kepahiang sudah berjalan sejak Juli 2025.
Saat itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kepahiang meluncurkan program di SD Negeri Komplek (01, 02, dan 04) Pasar Kepahiang.
Karena itu, evaluasi dan pengawasan rutin menjadi hal yang tak bisa ditawar.
Kekhawatiran Orang Tua
Kejadian di Lebong turut menimbulkan kecemasan di kalangan orang tua siswa di Kepahiang.
Mereka khawatir anak-anaknya mengalami hal serupa bila penyedia makanan tidak menjalankan standar dengan benar.
“Ada juga terpikir anak kami tak usah saja makan saat program MBG berjalan. Tapi kan salah juga. Nanti kita dianggap membangkang terhadap pemerintah,” kata seorang wali murid di Kecamatan Kepahiang yang enggan disebutkan identitasnya.
BACA JUGA : Polda Jabar Selidiki Kasus Ibu Gantung Diri dan Dua Anak Tewas Diduga Diracun
Menurut para orang tua, penyedia makanan harus menyadari bahwa tugas mereka bukan sekadar memenuhi kontrak kerja, tetapi juga menyangkut keselamatan anak-anak sekolah.
Kesalahan sekecil apa pun dapat berakibat fatal, apalagi jika melibatkan ratusan siswa dalam satu waktu.
Harapan ke Depan
Hartono menegaskan kembali bahwa MBG merupakan program strategis untuk meningkatkan kualitas gizi siswa di sekolah.
Ia berharap semua pihak, terutama penyedia makanan, menjadikan kejadian di Lebong sebagai pelajaran penting.
“Ini menyangkut generasi penerus bangsa. Jangan sampai program yang tujuannya baik justru menimbulkan masalah kesehatan,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga diingatkan agar memperkuat sosialisasi standar kebersihan makanan kepada penyedia dan melakukan tes laboratorium secara berkala terhadap sampel makanan.
Dengan demikian, masyarakat bisa lebih tenang dan tujuan program MBG untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi benar-benar tercapai.








