REJANG LEBONG, RBMEDIA.ID – Suasana khidmat upacara bendera di SMAN 4 Rejang Lebong, Senin (15/9), mendadak berubah menjadi kepanikan.
Puluhan pelajar, mayoritas perempuan, mengalami kesurupan secara bersamaan tanpa sebab yang jelas.
Akibat kejadian itu, lebih dari 30 siswa terpaksa dipulangkan lebih awal agar tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM).
Kejadian Kedua di Tahun 2025
Kepala SMAN 4 Rejang Lebong, H. Budi Harto, menjelaskan bahwa peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi.
“Ini kejadian kesurupan massal yang kedua kalinya sepanjang tahun 2025, hanya saja korban kali ini tidak sebanyak kejadian sebelumnya,” ujarnya dikutip dari KORANRB.ID.
Ia menceritakan, peristiwa bermula ketika tiga siswi mengeluh pusing saat mengikuti jalannya upacara.
BACA JUGA : Balita di Seluma Muntahkan Cacing, Kondisi Rumah Keluarga Jadi Sorotan
Tidak berselang lama, mereka jatuh tersungkur sambil berteriak histeris.
“Dari situ menyusul pelajar lainnya yang melakukan gerakan acak dan ikut tumbang sambil berteriak histeris,” terang Budi.
Pihak sekolah segera mengambil tindakan cepat dengan memulangkan para siswa yang terjangkit fenomena tersebut.
Beberapa diantaranya dijemput langsung oleh orang tua, sementara sisanya diantar oleh pihak sekolah.
Kesaksian Siswa yang Menyaksikan
Afrian (17), siswa kelas X yang sempat membantu temannya, menceritakan suasana mencekam saat kejadian berlangsung.
Menurutnya, pagi itu lapangan upacara terasa sangat hening, seolah berbeda dari biasanya.
“Namun saya dan beberapa teman sempat mendengar suara perempuan bersenandung lirih. Tidak lama berselang, ada pelajar di barisan depan yang tumbang dan kesurupan,” ungkap Afrian.
Kesaksian Afrian memperkuat dugaan bahwa fenomena ini tidak sekadar masalah kesehatan fisik.
Meski begitu, pihak sekolah tetap berhati-hati dan memilih langkah pemulangan agar kondisi siswa bisa segera pulih.
Antisipasi dan Langkah Sekolah
Fenomena kesurupan massal di sekolah memang bukan hal baru di beberapa daerah.
Faktor psikologis, sugesti, hingga kondisi fisik yang lemah kerap menjadi pemicu.
Untuk itu, pihak SMAN 4 Rejang Lebong berencana melakukan pendekatan khusus agar kejadian serupa tidak berulang.
BACA JUGA : Rahasia Menjaga Pakaian Putih Tetap Bersih dan Awet
“Kami akan meningkatkan perhatian terhadap kondisi siswa, terutama saat kegiatan luar ruangan seperti upacara. Kami juga akan berkoordinasi dengan orang tua untuk menjaga kesehatan dan kesiapan mental anak-anak,” tambah Budi.
Di sisi lain, orang tua siswa berharap sekolah dapat menambah pengawasan dan menghadirkan pendampingan rohani atau konseling.
Dengan begitu, siswa bisa lebih siap menghadapi tekanan maupun gangguan psikologis yang mungkin muncul.
Peristiwa kesurupan massal di SMAN 4 Rejang Lebong menjadi pengingat bahwa kesehatan mental pelajar perlu mendapat perhatian serius.
Selain menjaga kesehatan fisik, sekolah dan keluarga diharapkan terus membangun komunikasi yang baik agar kejadian serupa dapat dicegah.








