LEBONG, RBMEDIA.ID – Warga Kabupaten Lebong dikejutkan oleh ambruknya atap tribun Sport Center Lapangan Hatta pada Minggu (5/10/2025) siang.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.20 WIB saat kondisi cuaca cerah tanpa hujan atau angin kencang.
Menariknya, proyek yang menelan anggaran sekitar Rp5 miliar ini belum sempat diserahterimakan kepada pemerintah daerah.
Atap Roboh di Tengah Cuaca Cerah
Menurut kesaksian warga sekitar, suara keras mirip ledakan terdengar sebelum atap tribun roboh sebagian.
BACA JUGA :Jokowi Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Pertemuan Penuh Keakraban dan Makna Politik
“Tiba-tiba saja terdengar suara keras seperti ledakan, ternyata atap tribun sudah roboh sebagian,” kata Frengki (43), warga Desa Kampung Muara Aman, Kecamatan Lebong Utara, yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, dikutip dari KORANRB.ID.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
Saat kejadian, area Sport Center dalam keadaan sepi karena belum digunakan untuk kegiatan olahraga.
Warga sekitar yang datang ke lokasi hanya bisa menyaksikan sisa-sisa reruntuhan atap baja ringan yang menutupi sebagian tribun dan area lapangan.
Proyek pembangunan tribun Lapangan Hatta sendiri merupakan bagian dari program pengembangan kawasan olahraga terpadu di Kabupaten Lebong.
Pekerjaan proyek ini dilakukan oleh kontraktor swasta melalui pendanaan APBD tahun anggaran 2024.
Kelemahan Struktur Diduga Jadi Penyebab
Informasi awal menyebutkan bahwa proyek ini baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu dan masih dalam tahap pemeriksaan teknis sebelum serah terima.
Oleh karena itu, pihak terkait belum bisa memastikan siapa yang akan bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.
Dugaan sementara mengarah pada kelemahan struktur rangka baja ringan dan kesalahan pemasangan sambungan.
Faktor ini diperkuat dengan fakta bahwa atap roboh di tengah kondisi cuaca cerah tanpa tekanan eksternal.
BACA JUGA :Aksi 80 Penerjun TNI Warnai Upacara di Monas, Presiden Prabowo Beri Apresiasi Meriah
Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek infrastruktur yang belum diserahterimakan juga akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
Warga Minta Transparansi dan Pengawasan Ketat
Peristiwa ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Banyak warga mempertanyakan kualitas proyek yang menelan dana miliaran rupiah tersebut.
Mereka berharap pemerintah bersikap tegas terhadap kontraktor apabila ditemukan unsur kelalaian.
“Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pembangunan infrastruktur daerah,” ungkap seorang warga setempat.
Masyarakat menilai, peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan proyek agar tidak hanya cepat selesai, tetapi juga kokoh dan aman digunakan.
Dengan ambruknya atap tribun sebelum diresmikan, pemerintah daerah kini dihadapkan pada ujian besar dalam menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas pembangunan di Kabupaten Lebong.








