BENGKULU, RBMEDIA.ID – Transaksi digital Bengkulu triwulan II 2025 mencatat lonjakan signifikan.
Meski aktivitas tunai mengalami net outflow, perbankan digital justru semakin diminati masyarakat.
Menurut Laporan Perekonomian Provinsi Bengkulu Agustus 2025, net outflow uang tunai mencapai Rp356 miliar pada triwulan ini.
QRIS dan Uang Elektronik Jadi Primadona
Ekosistem digital semakin luas di Bengkulu.
Pengguna QRIS meningkat pesat, begitu juga jumlah merchant yang menerima transaksi digital.
BACA JUGA: Deflasi Bengkulu Triwulan II 2025 Mulai Terkendali
“Pertumbuhan QRIS menunjukkan masyarakat Bengkulu makin nyaman dengan pembayaran digital,” tulis laporan Bank Indonesia Bengkulu.
Rata-rata jumlah uang elektronik naik tajam hingga 122,97% secara tahunan (yoy).
Kartu Kredit dan Debit Tumbuh Positif
Selain QRIS, penggunaan kartu kredit dan debit juga naik.
Jumlah kartu kredit tumbuh 11,04% (yoy), diikuti peningkatan transaksi.
Sementara itu, kartu debit bertambah 4,51% (yoy). Lonjakan ini memperkuat tren pergeseran masyarakat ke arah pembayaran nontunai.
SKNBI Terkontraksi, Valas Turun
Meski transaksi digital tumbuh, nilai transaksi melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) justru menurun.
BACA JUGA: Stabilitas Keuangan Bengkulu Triwulan II 2025 Terjaga
Pada triwulan II 2025, SKNBI mencatat nilai Rp135,79 miliar atau terkontraksi 16,3% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Aktivitas valas lewat KUPVA BB juga turun, baik dari sisi pembelian maupun penjualan.
Valuta asing yang dominan tetap USD, SGD, dan MYR.
Arah Ekonomi Digital Bengkulu
Secara keseluruhan, transaksi digital Bengkulu triwulan II 2025 memperlihatkan perkembangan positif.
QRIS, kartu, dan uang elektronik semakin melekat di keseharian masyarakat.
Sementara itu, net outflow tunai dan kontraksi SKNBI menjadi tantangan tersendiri bagi sistem pembayaran di Bengkulu.








