BENGKULU, RBMEDIA.ID – Suasana duka menyelimuti jajaran Satpol PP Provinsi Bengkulu.
Seorang tenaga harian lepas (THL) bernama HM (31), warga Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di barak Dalmas Satpol PP, Sabtu siang (6/9) sekitar pukul 13.30 WIB.
Peristiwa tragis itu mengejutkan rekan-rekan kerjanya.
Saat ditemukan, HM masih mengenakan seragam Satpol PP berupa kaos panjang, celana, dan sepatu lengkap.
Tubuhnya tampak pucat tanpa tanda-tanda kehidupan.
Kronologi Penemuan
Salah seorang rekan kerja korban, Hermawanto, menceritakan bahwa HM sempat berinteraksi dengannya sebelum kejadian.
“Pagi tadi HM sudah ada di kantor. Sekitar jam 10, kami sama-sama piket di gedung aset. Lalu sekitar jam 1 siang, dia pamit naik ke atas. Kami kira hanya ke kamar mandi. Tidak lama kemudian, kami mendapat kabar bahwa dia sudah gantung diri,” ungkapnya dikutip dari KORANRB.ID.
BACA JUGA : Dendam Ejekan, Sosok Remaja Kolaka Timur Tega Bacok Bocah Hingga Tewas
Menurut Hermawanto, HM dikenal sebagai pribadi pendiam yang jarang berbaur dengan rekan kerja lainnya.
Namun demikian, dia menilai HM cukup bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Kesehariannya pendiam, tidak banyak ulah, tapi kalau bekerja selalu tanggung jawab,” tambahnya.
Penemuan HM dalam kondisi tidak bernyawa membuat para personel Satpol PP yang sedang bertugas terkejut sekaligus berduka mendalam.
Setelah kejadian, jenazah korban segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian turut hadir di lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
BACA JUGA : Amarah Ayah Pecah, Anak Perempuannya Tewas Digorok Remaja di Kolaka Timur
Meski demikian, hingga kini aparat kepolisian belum dapat memberikan keterangan resmi terkait penyebab HM nekat mengakhiri hidup dengan cara tragis tersebut.
Dugaan sementara, motif masih belum terungkap.
Hermawanto menegaskan bahwa sebelum peristiwa itu, tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari HM.
“Dia sempat bercakap seperti biasa, lalu izin sebentar. Tidak ada yang menyangka akhirnya begini,” ucapnya.
Duka dan Pertanyaan yang Tersisa
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus bunuh diri yang terjadi di lingkungan kerja.
Banyak pihak berharap, hasil penyelidikan kepolisian nantinya bisa mengungkap motif yang mendorong HM melakukan tindakan tersebut.
Di sisi lain, kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di lingkungan kerja yang penuh tekanan.
Rekan-rekan korban kini masih dalam suasana berduka dan menanti penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Sementara itu, keluarga korban telah diberi kabar dan bersiap untuk prosesi pemakaman setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan.
Satpol PP Provinsi Bengkulu juga menyampaikan rasa belasungkawa atas kepergian salah satu anggotanya.








