KEPAHIANG, RBMEDIA.ID – Hingga Jumat malam, 12 September 2025, pukul 19.30 WIB, upaya pencarian terhadap seorang bocah bernama Dinar (10), warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Musi, belum juga membuahkan hasil.
Bocah kelas 4 SD itu sebelumnya dilaporkan hanyut sekitar pukul 11.30 WIB saat bermain bersama teman-temannya di pinggir sungai.
Meski malam telah tiba, sejumlah warga bersama pihak keluarga masih terus berusaha mencari keberadaan Dinar.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kepahiang, Hendra, ST, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.
Pencarian Belum Menemukan Titik Terang
Hendra yang didampingi Kabid RR Jon Junaidi, ST, mengungkapkan bahwa tim gabungan dari BPBD, Basarnas, unsur TNI, masyarakat, hingga keluarga korban sudah dikerahkan sejak siang.
Namun hingga malam hari, tanda-tanda keberadaan korban belum juga terlihat.
“Kita sudah memantau di dua pos pantau aliran Sungai Musi. Namun, keberadaan korban belum diketahui. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi dengan menurunkan tim lebih banyak,” jelas Jon Junaidi dikutip dari KORANRB.ID.
Arus Sungai Musi yang deras menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian.
Meski begitu, tim gabungan tetap melakukan penyisiran di sekitar lokasi hanyut hingga radius beberapa kilometer dari titik awal korban terseret arus.
Kronologi Bocah Hanyut
Peristiwa tragis ini berawal ketika Dinar bermain bersama empat teman sebayanya di tepi sungai.
Diduga lengah, bocah malang itu tiba-tiba terbawa derasnya arus.
Sontak, keempat temannya mencoba menolong dengan cara meraih tangan dan berteriak meminta bantuan.
Namun, usaha mereka gagal lantaran arus semakin kuat menyeret tubuh Dinar ke tengah sungai.
Keempat teman korban akhirnya berhasil menyelamatkan diri dan segera melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar.
Kabar tersebut langsung membuat geger warga Desa Karang Anyar, yang kemudian berbondong-bondong datang untuk membantu pencarian.
BACA JUGA : Sadis di Luar Nalar, Pemuda Mojokerto Mutilasi Kekasih Jadi 554 Bagian
Keluarga Berharap Keajaiban
Sementara itu, pihak keluarga korban tampak tak kuasa menahan tangis.
Sejak siang, mereka terus menunggu di tepi sungai dengan harapan anak mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Kami hanya bisa pasrah sambil menunggu kabar dari tim pencarian. Mudah-mudahan ada keajaiban, anak kami bisa segera ditemukan,” ungkap salah satu anggota keluarga dengan suara bergetar.
Pihak BPBD memastikan pencarian akan terus dilanjutkan dengan skala yang lebih luas pada hari berikutnya.
Dukungan dari masyarakat sekitar juga diharapkan dapat mempercepat proses pencarian.
Tragedi hanyutnya Dinar menjadi pengingat bagi orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat anak-anak bermain di sekitar sungai dengan arus deras.








