MANNA, RBMEDIA.ID – Tongkang Star Marine 3301 yang terdampar di kawasan Pantai Desa Gunung Kayo, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, mendadak menjadi perhatian masyarakat.
Sejak pertama kali diketahui kandas pada Senin, 8 Juni 2026, kapal berukuran besar tersebut terus menyedot perhatian warga dari berbagai daerah yang penasaran ingin melihat langsung peristiwa langka itu.
Keberadaan tongkang di bibir pantai tidak hanya menjadi bahan perbincangan masyarakat, tetapi juga berubah menjadi daya tarik wisata dadakan.
Warga berdatangan bersama keluarga untuk menyaksikan dari dekat kapal yang biasanya hanya terlihat berlayar di tengah lautan.
Fenomena ini membuat kawasan Pantai Gunung Kayo ramai dipadati pengunjung.
Banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto dan merekam video sebagai dokumentasi pribadi maupun untuk dibagikan di media sosial.
Tongkang Terdampar Jadi Hiburan Baru Masyarakat
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hingga sore hari.
Mereka datang silih berganti untuk melihat kondisi kapal yang masih berada di lokasi terdampar.
Salah seorang pengunjung, Nini Kurniati, mengaku sengaja datang setelah mendengar kabar mengenai tongkang yang kandas di Pantai Gunung Kayo.
“Senang bisa melihat langsung kapal sebesar ini dari dekat. Biasanya hanya melihat dari jauh di laut. Karena langka, jadi kami foto-foto untuk kenang-kenangan,” ujarnya, dikutip dari Harianbengkuluekspress.id.
Menurut Nini, keberadaan kapal tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang berkunjung ke pantai.
Selain menikmati pemandangan laut, pengunjung juga bisa menyaksikan secara langsung kapal besar yang terdampar di pesisir.
Fenomena ini pun menjadi hiburan tersendiri bagi warga.
Tidak sedikit masyarakat yang membawa anak-anak mereka untuk melihat kapal sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga di kawasan pantai.
Aparat Ingatkan Warga Tetap Jaga Keselamatan
Di tengah tingginya minat masyarakat, pemerintah desa bersama tim gabungan terus melakukan pengawasan di sekitar lokasi.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan pengunjung.
Kepala Desa Gunung Kayo, Reskan Hamdani, mengatakan pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati area berbahaya maupun mencoba naik ke atas kapal.
“Kami bersama pihak terkait terus melakukan pengawasan. Banyak warga datang melihat kapal ini, tetapi kami mengingatkan agar tidak terlalu dekat dan tidak naik ke atas kapal karena berisiko jatuh atau mengalami kecelakaan,” katanya.
Saat ini, Polairud, TNI AL, BPBD, pemerintah desa, serta pihak agen kapal masih berkoordinasi untuk melakukan evakuasi.
Hingga Selasa, 9 Juni 2026 sore, tongkang Star Marine 3301 masih berada di lokasi terdampar sambil menunggu kondisi cuaca dan gelombang laut yang lebih mendukung.
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Seluruh kru kapal dilaporkan dalam kondisi aman.
Sementara itu, masyarakat masih menantikan proses evakuasi yang diperkirakan akan menjadi tontonan menarik berikutnya di Pantai Gunung Kayo.








