BENGKULU, RBMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) rute Bengkulu–Muara Enim.
Proyek ini dinilai sangat strategis, tidak hanya mempercepat arus lalu lintas antarwilayah, tetapi juga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Perubahan Rute dan Akses Strategis
Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Raden Agung Denni, menjelaskan bahwa pembangunan JTTS Bengkulu–Muara Enim kini sudah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Ia menegaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum secara resmi mengubah rute JTTS dari Lubuklinggau–Bengkulu menjadi Muara Enim–Bengkulu.
BACA JUGA :6 Mundur, 1 Hilang Jejak: 200 PPPK Bengkulu Tengah Lolos Pemberkasan
“Dengan adanya perubahan rute ini, maka lalu lintas antarwilayah Bengkulu–Muara Enim akan lebih cepat. Selain itu, Muara Enim dipilih karena menjadi jalur utama tol tersebut,” kata Denni dikutip dari KORANRB.ID.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa meskipun Bengkulu menjadi tol sirip menuju jalur utama JTTS, posisi Bengkulu tetap sangat strategis.
“Pintu tol Bengkulu akan langsung terhubung dengan pelabuhan dan bandara. Dengan demikian, akses konektivitas distribusi barang dan jasa bisa lebih lancar,” ujarnya.
Denni menambahkan bahwa pembangunan bandara serta normalisasi Pelabuhan Pulau Baai kini tengah berjalan.
Menurutnya, infrastruktur pendukung ini akan memperkuat daya saing Bengkulu dan meningkatkan perekonomian daerah secara signifikan.
Dampak Ekonomi dan Investasi
Pakar Ekonomi Universitas Dehasen (Unived) Bengkulu, Dr. Anzori Tawakal, M.Si, menilai keberadaan tol Bengkulu–Muara Enim akan menjadi penggerak utama roda perekonomian.
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur berskala internasional merupakan ciri daerah yang maju.
“Infrastruktur berupa jalan tol, bandara kelas internasional, dan pelabuhan bertaraf internasional adalah sinyal kemajuan. Jika ketiganya terkoneksi dengan baik, maka ekonomi Bengkulu akan tumbuh pesat,” ungkap Anzori.
Menurutnya, JTTS berfungsi sebagai akses vital untuk memperlancar distribusi barang dan jasa.
Sementara itu, pelabuhan menjadi pintu gerbang ekspor-impor.
“Ya, kita akan maju. Jika perputaran ekonomi melalui Bengkulu berjalan baik, maka investor akan tertarik masuk. Itu akan memberikan dampak besar bagi daerah,” paparnya.
BACA JUGA :Armada Rilis Single “Terima Kasih”, Pesan Syukur untuk Orang Terkasih
Dukungan Politik untuk Percepatan
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, SE, turut menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur transportasi.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto yang ingin mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen pada 2029.
“Target itu harus kita dukung dengan formula yang tepat. Bengkulu punya potensi besar, tinggal bagaimana kita mendorongnya dengan serius,” kata Teuku.
Dengan percepatan pembangunan tol, bandara, dan pelabuhan, Pemprov Bengkulu optimistis dapat keluar dari ketertinggalan.
Lebih jauh, daerah ini diharapkan menjelma menjadi pintu ekonomi baru di Sumatera.








