BENGKULU, RBMEDIA.ID – Love scamming atau penipuan asmara bukanlah hal baru, tetapi kasusnya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Banyak orang terjebak karena pelaku pandai memainkan emosi dan menyembunyikan identitas asli.
Meski begitu, ada cara sederhana yang bisa dilakukan agar tidak mudah jadi korban. Yuk, simak tips praktis berikut ini!
Waspada Profil yang Terlalu Sempurna
Pertama, perhatikan akun yang mencoba mendekati Anda di media sosial.
Biasanya, pelaku love scamming menggunakan foto profil yang sangat menarik, lengkap dengan latar belakang pekerjaan atau gaya hidup mewah.
Namun, jika profil tersebut terlihat terlalu sempurna atau informasinya tidak konsisten, Anda perlu curiga.
BACA JUGA: Waspada Love Scamming di Media Sosial, Jangan Sampai Jadi Korban
Langkah praktis yang bisa dilakukan adalah melakukan pencarian gambar di internet.
Dengan begitu, Anda bisa tahu apakah foto yang digunakan benar milik orang tersebut atau hasil curian dari akun lain.
Jangan Mudah Terbawa Perasaan
Pelaku biasanya cepat membangun kedekatan emosional.
Mereka sering mengirim pesan manis, perhatian berlebihan, bahkan mengaku jatuh cinta dalam waktu singkat.
Meskipun kata-kata tersebut terdengar menyenangkan, jangan mudah terbawa perasaan.
Sebaiknya, beri waktu untuk mengenal lebih jauh.
Orang yang tulus tidak akan terburu-buru meminta perhatian penuh, apalagi sampai melibatkan uang atau data pribadi.
Hindari Memberikan Informasi Pribadi
Salah satu kesalahan terbesar korban love scamming adalah membagikan data pribadi tanpa berpikir panjang.
Informasi seperti alamat rumah, nomor rekening, hingga detail pekerjaan sebaiknya tidak diberikan kepada orang asing di dunia maya.
Jika seseorang yang baru dikenal sudah mulai menanyakan hal-hal pribadi atau meminta bantuan keuangan, itu pertanda bahaya.
BACA JUGA:Kenapa Love Scamming Makin Marak? Ini Faktor Penyebabnya
Lebih baik hentikan komunikasi sebelum kerugian semakin besar.
Gunakan Logika, Bukan Hanya Perasaan
Dalam berinteraksi online, selalu gunakan logika sehat. Tanyakan pada diri sendiri apakah cerita yang disampaikan masuk akal.
Misalnya, jika seseorang mengaku bekerja di luar negeri tetapi selalu punya alasan tidak bisa melakukan panggilan video, hal itu patut dicurigai.
Selain itu, jangan ragu untuk berdiskusi dengan teman atau keluarga jika merasa ada yang janggal.
Pendapat orang lain bisa membantu melihat sesuatu yang luput dari perhatian Anda.
Love scamming bisa menjerat siapa saja, tanpa memandang usia maupun latar belakang.
Namun, dengan sikap waspada dan kebiasaan bijak dalam berkomunikasi online, risiko menjadi korban bisa ditekan.
Ingatlah bahwa cinta sejati tidak akan pernah datang dengan paksaan atau permintaan uang.
Jaga diri, perkuat literasi digital, dan gunakan logika agar interaksi di dunia maya tetap aman dan menyenangkan.








