BENGKULU, RBMEDIA.ID – Keputusan TikTok untuk menangguhkan fitur “LIVE” di Indonesia memicu perhatian publik, terutama di tengah gelombang demonstrasi yang meluas di berbagai kota.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan perintah pemerintah, melainkan inisiatif yang diambil langsung oleh pihak platform.
TikTok Hentikan LIVE atas Inisiatif Sendiri
Nezar menekankan bahwa pemerintah tidak pernah meminta TikTok untuk menghentikan fitur siaran langsung.
Menurutnya, langkah itu merupakan keputusan internal perusahaan demi menjaga ruang digital tetap kondusif.
“Perlu kami tegaskan di sini, bahwa kebijakan itu bukan atas instruksi dari pemerintah, tapi secara sukarela dilakukan oleh TikTok,” ujar Nezar di DPR RI, Senin (1/9), dikutip dari Antaranews.com.
BACA JUGA :Putri Kusuma Wardani Tembus Peringkat 7 Dunia, Harapan Baru Bulu Tangkis Indonesia
Ia menjelaskan, berdasarkan komunikasi resmi dengan TikTok, penghentian fitur tersebut dilakukan karena adanya temuan konten digital yang tidak sesuai dengan panduan komunitas.
Konten itu dinilai berpotensi memicu provokasi selama gelombang aksi massa.
“Platform ingin menjaga agar ruang digital Indonesia tetap aman dan sehat. Kita akan terus berkolaborasi untuk mewujudkan itu,” tambah Nezar.
Evaluasi Konten Negatif di Tengah Demonstrasi
Lebih jauh, Nezar menyampaikan bahwa pemerintah tetap berkomitmen melindungi kebebasan berekspresi masyarakat di ruang digital.
Namun, ia menekankan perlunya pengawasan agar konten provokatif tidak berkembang liar dan menimbulkan dampak serius.
“Kita ingin sekali lagi, ekspresi warga bisa disampaikan dengan baik di media sosial. Tapi kita juga harus memikirkan keselamatan warga atas beredarnya konten yang provokatif, yang menganjurkan pembakaran, bahkan mengarahkan pada pembunuhan,” jelasnya.
Ia memastikan, evaluasi terhadap konten-konten bermasalah akan dilakukan agar tidak menimbulkan ancaman bagi ketertiban umum.
Respons TikTok dan Situasi Lapangan
Sebelumnya, pada Sabtu (30/8) malam, TikTok mengumumkan penangguhan fitur “LIVE” secara sukarela.
Dalam pernyataannya, platform asal Tiongkok itu menegaskan langkah ini merupakan bentuk pengamanan tambahan.
BACA JUGA :Profil Riza Chalid: Elit Bisnis Migas yang Namanya Kerap Bayangi Politik Nasional
“Sebagai bagian dari langkah ini, kami secara sukarela menangguhkan fitur TikTok LIVE selama beberapa hari ke depan di Indonesia. Kami juga terus menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas dan memantau situasi yang ada,” demikian keterangan resmi TikTok.
Fitur “LIVE” belakangan banyak dimanfaatkan untuk menyiarkan kondisi demonstrasi dan aksi massa yang berlangsung sejak pekan lalu.
Gelombang unjuk rasa dipicu insiden tewasnya Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis saat aksi di Jakarta, Kamis (28/8).
Aksi Massa Berlanjut di Berbagai Daerah
Hingga Senin (1/9), aksi demonstrasi masih berlanjut di sejumlah kota.
Meski begitu, di beberapa daerah seperti Palu, Sulawesi Tengah, serta di DPRD Kabupaten Tangerang, unjuk rasa berlangsung damai.
Pesan yang disampaikan massa pun diterima langsung oleh pejabat publik setempat.
Para demonstran tetap menyuarakan tuntutan awal mereka, mulai dari transparansi dan pemangkasan tunjangan DPR, reformasi etika legislatif, hingga penolakan terhadap sejumlah RUU kontroversial.
Dengan dinamika tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan keamanan ruang digital, terutama saat situasi politik dan sosial sedang memanas.








