BENGKULU, RBMEDIA.ID – Penjaringan Rektor UIN Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu periode 2026–2030 semakin menarik perhatian.
Hingga penutupan pendaftaran, tercatat tiga guru besar resmi ikut bertarung.
Prof. Dr. Toha Andiko, M.Ag. menjadi nama terakhir yang mendaftarkan diri tepat di detik-detik penutupan.
Kehadirannya menambah dinamika proses pemilihan yang diwarnai semangat demokratis dan penuh harapan baru.
BACA JUGA: Siapa Paling Kuat? 8 Profesor Berebut Kursi Rektor UIN FAS, Senin Bakal Bertambah
“Saya ingin membawa UINFAS menjadi kampus unggul, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Prof. Toha dengan penuh optimisme.
Sebelumnya, pada Senin 22 September 2025, dua guru besar lain juga telah lebih dulu resmi mendaftar.
Mereka adalah Prof. Dr. Khairuddin, M.Ag. dan Prof. Dr. A. Suradi, M.A.
BACA JUGA: Langkah Berani Prof. Dr. Asnaini, Perempuan Pertama Daftar Calon Rektor UIN Fas
Kehadiran dua profesor ini menambah warna persaingan sehat di Kampus Merah Putih.
Keduanya diyakini membawa gagasan besar demi masa depan pendidikan yang lebih maju.
Persaingan tiga guru besar dalam penjaringan Rektor UINFAS Bengkulu ini menjadi bukti nyata keterbukaan proses demokrasi di kampus.
Masyarakat akademik kini menaruh harapan besar lahirnya pemimpin visioner.
BACA JUGA: Dr. Indra Cahyadinata Resmi Jadi Rektor Unib, Siap Bawa Kampus Go Global
Dengan dinamika yang terjadi, penjaringan Rektor UINFAS Bengkulu 2026–2030 diprediksi berjalan ketat.
Semua pihak berharap proses ini berlangsung transparan, demokratis, dan penuh integritas.








