MEDAN, RBMEDIA.ID – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memastikan gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,6 yang mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (26/9) pukul 11.51 WIB, terjadi akibat aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Toru.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Toru,” kata Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, dikutip dari Antaranews.
Lokasi dan Dampak Getaran
BBMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 1,95 derajat Lintang Utara dan 99,07 derajat Bujur Timur.
Lokasinya tepat di daratan, berjarak 13 kilometer tenggara Tapanuli Utara, dengan kedalaman 5 kilometer.
Kondisi ini menjelaskan mengapa getaran dirasakan cukup jelas oleh masyarakat.
BACA JUGA: Belajar Coding Sendiri, Dua Pemuda Sulap Ruko Jadi Markas Judi Online
Laporan warga menyebutkan, getaran terasa di daerah Tarutung dengan skala intensitas II-III MMI.
“Getarannya seperti ada truk besar yang melintas di dekat rumah,” ungkap seorang warga.
Meskipun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Selain itu, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak ada gempa susulan dari pukul 11.51 WIB hingga 11.59 WIB.
Hal ini menjadi tanda positif bahwa aktivitas gempa kali ini tidak menimbulkan gangguan berkelanjutan.
Imbauan untuk Tetap Tenang
Meski situasi relatif terkendali, Hendro Nugroho tetap mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan berhati-hati dalam menerima informasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya mengakses informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi yang telah diverifikasi.
BMKG menyalurkan informasi melalui media sosial resmi @infoBMKG, website bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi mobile Info BMKG yang tersedia di iOS dan Android.
BACA JUGA : BMKG Prediksi Cuaca Berawan dan Hujan Ringan, BNPB Ingatkan Potensi Bencana
Kesiapsiagaan Jadi Kunci
Peristiwa gempa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan gempa, khususnya di sepanjang jalur Sesar Besar Sumatra.
Wilayah Tapanuli Utara termasuk daerah yang sering mengalami aktivitas seismik, sehingga kewaspadaan dan literasi kebencanaan menjadi hal mendasar.
“Edukasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa harus terus diperkuat. Dengan begitu, potensi risiko bisa ditekan seminimal mungkin,” ujar seorang pengamat kebencanaan di Medan.
Dengan pernyataan resmi dari BMKG, publik diharapkan tetap mengedepankan sikap tenang sekaligus waspada.
Fenomena alam seperti gempa memang tidak dapat dicegah, namun dampaknya dapat diminimalkan dengan kesiapan dan kesadaran bersama.








