BENGKULU, RBMEDIA.ID – Insiden tabrakan kapal mengguncang Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, Sabtu (4/10/2025) dini hari.
Dua kapal besar, yakni MT. Kencana Express dan CDS Costa Fortune 3, terlibat benturan keras saat kapal tanker bermanuver masuk ke kolam pelabuhan sekitar pukul 04.30 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa, kedua kapal mengalami kerusakan serius. Bagian haluan MT.
Kencana Express tampak ringsek, sementara lambung kapal keruk CDS Costa Fortune 3 juga mengalami sobekan akibat benturan kuat tersebut.
Kronologi: Kapal Tak Terkendali di Tengah Alun dan Angin Kencang
Berdasarkan laporan awal, kapal tanker Kencana Express tengah dalam proses pemanduan ketika insiden terjadi.
Namun, cuaca yang tidak bersahabat membuat manuver kapal sulit dikendalikan.
Perairan sekitar Pulau Baai dilaporkan berkabut tipis, disertai alun tinggi dan angin berkecepatan sekitar 5 knot.
“Alun mencapai 2 meter dari sisi lambung kanan kapal, menyebabkan kemudi tidak berfungsi normal,” terang pandu kapal Daniel Septyo Nugroho dalam berita acara resmi yang juga ditandatangani nakhoda Petrus dikutip dari KORANRB.ID.
Benturan terjadi tepat pukul 04.30 WIB.
Kapal tanker yang mengangkut crude palm oil (CPO) itu terdorong kuat hingga menabrak lambung kapal keruk yang tengah melakukan pengerukan sedimentasi.
Petugas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bengkulu langsung mengevakuasi seluruh awak kapal dan mengamankan area sekitar lokasi kejadian.
Forkam Minta Evaluasi Prosedur Pemanduan Kapal
Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Maritim (Forkam), Marwan Ramis, menilai kejadian ini harus menjadi peringatan bagi seluruh pihak yang beroperasi di kawasan pelabuhan.
Ia menegaskan pentingnya peningkatan koordinasi antar-petugas agar keselamatan pelayaran tetap terjamin.
“Fakta bahwa kapal dalam proses pemanduan harus menjadi perhatian serius. Koordinasi dan antisipasi terhadap perubahan cuaca wajib diperketat,” ujarnya.
KSOP Bengkulu pun telah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh pengguna jasa pelayaran agar meningkatkan kewaspadaan.
Aktivitas pengerukan di jalur masuk pelabuhan disebut masih berlangsung, sehingga komunikasi dengan petugas pandu harus dilakukan secara intensif.
“Fokus utama kami adalah memastikan keamanan pelayaran tetap terjaga dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” jelas Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Bengkulu, Ferry Hadiansyah.
BACA JUGA :Cuma 10 Menit! Rahasia Olahraga di Rumah yang Efektif Bakar Lemak
Pelabuhan Pulau Baai dalam Pengawasan Ketat
Usai insiden, PT Pelindo Regional 2 Bengkulu langsung menerjunkan tim untuk menilai kerusakan dan mengevaluasi prosedur keamanan.
Meski aktivitas pelabuhan tetap berjalan, pengawasan diperketat terutama untuk kapal berukuran besar yang akan masuk atau keluar dari alur pelayaran utama.
Insiden ini menjadi pengingat penting tentang risiko tinggi navigasi laut di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Dengan meningkatnya aktivitas bongkar muat di Pulau Baai, keselamatan pelayaran kini menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak terkait.








