JAKARTA, RBMEDIA.ID – Panitia Velox Hunting Competition Online III-2025 resmi mengumumkan persyaratan khusus bagi peserta Kejurnas Berburu Hama Babi Hutan 2025 untuk kelas perorangan.
Aturan ketat ini diterapkan untuk menjaga keamanan, sportivitas, dan profesionalisme para pemburu selama ajang berlangsung.
Ketua Panitia, Brigjen Pol. Dr. Umar Surya Fana, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa seluruh peserta wajib merupakan anggota aktif Perbakin dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Perbakin yang sah.
“Kami ingin Kejurnas ini berjalan profesional. Setiap peserta harus memahami etika berburu dan menjaga nama baik Perbakin,” ujar Brigjen Umar.
Syarat Keikutsertaan Peserta dan Pendamping
Peserta yang belum menerima sertifikat berburu resmi tetap bisa ikut sebagai pendamping atau peserta magang.
Namun, mereka tidak diperbolehkan melaporkan hasil buruan maupun mengirimkan video hasil perburuan.
Setiap peserta hanya boleh mendaftar maksimal dua kali dengan nama yang sama.
Pendamping hanya berhak mendampingi peserta utama dan tidak dapat ikut menilai hasil perburuan.
Aturan Senjata dan Perizinan Peserta
Peserta Kejurnas Berburu Hama Babi Hutan 2025 wajib menggunakan senjata api berstandar Bidang Berburu Perbakin.
Selain itu, mereka harus memiliki Surat Izin Angkut Senjata Api (SIASA) yang masih aktif dan diterbitkan oleh Polda setempat.
BACA JUGA: Hadiah Fantastis Velox Online III 2025, Uang Tunai Capai Ratusan Juta
Panitia menegaskan bahwa segala bentuk pelanggaran izin atau penyalahgunaan senjata menjadi tanggung jawab pribadi peserta.
Disiplin dan kepatuhan hukum menjadi syarat mutlak dalam kegiatan ini.
Kriteria Penilaian Juara dan Ketentuan Buruan
Jenis buruan yang sah adalah babi hutan liar jantan dengan berat minimal 40 kilogram.
Penilaian pemenang dilakukan berdasarkan berat utuh hasil buruan tanpa dibedah.
Prosedur resmi penimbangan akan dijelaskan melalui Zoom Meeting pada 21 Oktober 2025.
BACA JUGA: Pendaftaran Velox Online III 2025 Dibuka, Catat Tahapannya!
Panitia juga memastikan bahwa seluruh jenis babi hutan liar masuk kategori penilaian, kecuali yang dilindungi.
“Kami ingin penilaian berlangsung objektif dan transparan. Semua panduan akan dijelaskan secara terbuka kepada peserta,” tambah Brigjen Umar.
Jaga Keselamatan dan Sportivitas
Panitia Velox Online III-2025 mengingatkan seluruh peserta untuk selalu berdoa sebelum dan sesudah berburu, menjaga keselamatan diri, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Berburu bukan hanya ajang adu keterampilan, tetapi juga pembuktian disiplin, tanggung jawab, dan kehormatan,” tegas Brigjen Umar.
Dengan aturan ketat ini, Kejurnas Berburu Hama Babi Hutan 2025 diharapkan menjadi ajang yang lebih profesional, aman, dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan antar pemburu dari seluruh Indonesia.








