PRABUMULIH, RBMEDIA.ID – Nama Wali Kota Prabumulih, Arlan, menjadi sorotan publik setelah mencuat polemik pencopotan jabatan Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah.
Kasus ini bermula dari isu bahwa Roni dicopot karena menegur anak Arlan yang membawa mobil ke sekolah.
Polemik tersebut juga menyeret petugas keamanan sekolah, Ageng Wintoro, yang sempat diberhentikan.
Seiring meluasnya isu, Arlan menggelar konferensi pers bersama jajaran pemerintah kota pada Selasa, 16 September 2025.
Ia menyampaikan permintaan maaf kepada Roni dan masyarakat Prabumulih, serta meluruskan informasi yang beredar.
Arlan menegaskan Roni tidak pernah dicopot dari jabatan kepala sekolah.
Malam harinya, keputusan resmi dikeluarkan.
Roni tetap menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Prabumulih dan Ageng juga dikembalikan ke posisinya.
BACA JUGA : Sekda Definitif Mukomuko Prioritaskan Mutasi dan Pengisian Jabatan Kosong
Investigasi dan Tindak Lanjut
Kontroversi ini tidak berhenti di tingkat kota. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menurunkan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bidang Politik Hukum dan HAM guna menyelidiki isu pencopotan kepala sekolah tersebut.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebenaran informasi dan meredam kegaduhan di masyarakat.
Perhatian publik semakin besar ketika Ajudan Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, turut menyoroti persoalan ini melalui media sosial.
Unggahannya menjadi sinyal kuat bahwa kasus ini tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga menarik perhatian nasional.
Profil Arlan dan Sorotan Publik
Di balik sorotan kasus ini, publik juga menyoroti profil Arlan.
Pria kelahiran Ogan Komering Ulu pada 30 Maret 1975 ini dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang karet dan kontraktor sebelum terjun ke dunia politik.
Ia saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat DPC Partai Gerindra Kota Prabumulih dan resmi menjabat wali kota usai Pilkada 2024.
Berdasarkan laporan harta kekayaan pada Agustus 2024, Arlan tercatat memiliki total aset senilai Rp17 miliar.
Kekayaan tersebut meliputi tanah, bangunan, serta sejumlah kendaraan, termasuk mobil dan truk.
Sorotan warganet muncul karena daftar kepemilikan kendaraan Arlan dibandingkan dengan isu mobil yang diduga digunakan anaknya ke sekolah.
BACA JUGA : Khalid Basalamah Kembalikan Dana, KPK Sebut Uang Kuota Haji Bukan Suap
Dinamika Politik dan Kontroversi
Arlan dan wakilnya, Franky Nasril, memenangkan Pilkada Prabumulih 2024 dengan dukungan 11 partai politik.
Selama kampanye, Arlan juga sempat menjadi perhatian publik setelah tampil bersama keempat istrinya di panggung kampanye.
Aksinya itu menimbulkan pro-kontra, namun ia menegaskan mampu bertanggung jawab penuh terhadap keluarganya.
Kasus SMPN 1 Prabumulih kini menjadi ujian awal kepemimpinan Arlan.
Meski jabatan kepala sekolah telah dipulihkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret pemerintah daerah untuk membuktikan transparansi dan keadilan dalam pengambilan keputusan.
Polemik ini sekaligus membuka diskusi lebih luas tentang integritas pejabat publik di mata warga.








