BENGKULU, RBMEDIA.ID – Perkemahan pramuka di Bukit Sago, Desa Muara Santan, Kecamatan Napal Putih, Bengkulu Utara, memakan korban.
Yudi Andrean (14), siswa SMPN 19 Bengkulu Utara, dinyatakan tenggelam saat mandi di aliran Sungai Ketahun, Jumat (29/8/2025) pagi.
Peristiwa bermula sekitar pukul 06.30 WIB, ketika korban bersama beberapa rekannya pergi ke sungai tanpa sepengetahuan panitia.
Sungai Ketahun sendiri dikenal berarus deras dan sejak lama dilarang untuk aktivitas mandi maupun berenang.
Sekitar pukul 07.00 WIB, korban yang ikut masuk ke sungai tiba-tiba terseret arus deras.
Yudi sempat muncul ke permukaan, namun kembali tenggelam hingga akhirnya hilang terbawa arus.
Rekan-rekan korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada panitia perkemahan dan warga sekitar.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Eko Munarianto melalui Kapolsek Ulok Kupai, Iptu Andhika Rizkiawan, menyebutkan bahwa tim gabungan polisi, TNI, dan warga masih melakukan pencarian hingga sore hari.
Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu kecil.
“Kondisi air sangat deras, sehingga pencarian dilakukan di beberapa titik aliran sungai. Keselamatan tim pencari juga tetap menjadi perhatian,” jelas Andhika, seperti dilansir KORANRB.ID.
Ia menambahkan, dari keterangan panitia kemah, korban dan teman-temannya tidak meminta izin saat pergi mandi ke sungai.
Padahal panitia telah menyiapkan lokasi khusus untuk mandi dan secara tegas melarang peserta kemah keluar area perkemahan.
“Saat ini fokus utama kami adalah menemukan korban. Polisi, TNI, dan masyarakat terus berupaya melakukan pencarian,” tutup Kapolsek.








