BENGKULU, RBMEDIA.ID – Penggunaan bantal yang tidak sesuai ternyata tidak bisa dianggap sepele. Kelompok Staf Medis (KSM) Orthopaedi dan Traumatologi Klinik RS Cipto Mangunkusumo, dr. Rahyussalim, menjelaskan bahwa kebiasaan tidur dalam posisi yang salah dapat mengganggu otot leher hingga menekan saraf, terutama jika posisi tidur tidak berubah dalam waktu lama.
“Posisi tidur itu sangat penting, jangan menetap di satu posisi,” ujar dr. Salim dikutip dari Antaranews.com, Senin (6/10).
Secara naluri, tubuh perlu berganti posisi agar otot bisa merelaksasi diri.
Kalau sesekali salah bantal biasanya hanya otot yang kencang, dan siang atau sore hari bisa pulih kembali.
Risiko Tidur dengan Posisi yang Salah
Menurut Rahyussalim, posisi tidur yang tidak bervariasi dapat memberi tekanan berlebih pada area leher dan bahu.
BACA JUGA:Kondisi Terkini Bayi Ditemukan di Kadus, Kini Dirawat Intensif di RSUD Kepahiang
Jika hal ini terjadi terus-menerus, jaringan otot dan saraf di sekitar leher bisa mengalami ketegangan kronis.
Kondisi ini sering disebut “salah bantal” dan biasanya ditandai dengan rasa kaku, nyeri, atau terbatasnya pergerakan kepala.
Ia menjelaskan bahwa salah bantal yang tidak kunjung membaik bisa menandakan adanya tekanan pada saraf akibat kebiasaan tidur yang salah.
“Kondisi ini sering terjadi pada orang lanjut usia yang tidur terlalu lama dalam satu posisi tanpa bergerak,” tambahnya.
Awalnya, gejala mungkin hanya berupa pegal-pegal ringan yang hilang setelah dipijat atau digerakkan.
Namun, jika terus dibiarkan, masalah ini bisa berkembang menjadi gangguan yang lebih serius seperti degenerasi atau penekanan saraf leher.
Cara Mengatasi dan Mencegah Salah Bantal
Untuk meredakan ketegangan otot akibat salah bantal, Rahyussalim menyarankan agar penderita melakukan gerakan peregangan ringan.
“Cukup dengan menggerakkan leher secara perlahan ke depan, belakang, atau menoleh ke samping. Gerakan ini bisa membantu merelaksasi otot yang kaku,” jelasnya.
Selain itu, penggunaan obat topikal seperti balsem atau gel pereda nyeri juga bisa membantu mempercepat pemulihan.
Biasanya, rasa nyeri akan mereda dalam satu atau dua hari setelah otot kembali rileks.
BACA JUGA:Hati-Hati, Bantal Lama Bisa Picu Jerawat dan Infeksi Paru! Ini Kata Dokter
Dokter Salim juga menambahkan tips sederhana untuk menjaga kenyamanan bantal.
“Jika penyebabnya dari bantal, menjemur bantal dan menggunakannya kembali setelah dijemur bisa membantu membuatnya lebih empuk dan nyaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, mengganti bantal secara berkala dan memilih bahan yang sesuai dengan bentuk leher dapat mencegah terjadinya ketegangan otot dan menjaga kualitas tidur tetap optimal.
Dengan memahami pentingnya posisi tidur dan memilih bantal yang tepat, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap kebiasaan tidur yang salah.
Tidur yang berkualitas tidak hanya memulihkan energi, tetapi juga menjaga kesehatan tulang, otot, dan saraf agar tetap berfungsi dengan baik.








