BENGKULU, RBMEDIA.ID – Ribuan mahasiswa dan masyarakat Bengkulu menggelar unjuk rasa di samping gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (2/9/2025).
Massa aksi terpaksa berhenti di sisi gedung karena barikade polisi sudah menghadang di depan pintu utama.
Massa terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), organisasi kepemudaan, NGO, hingga aliansi ojek online (Ojol) Bengkulu.
8 Tuntutan Mahasiswa dan Masyarakat
Koordinator Lapangan, Kelvin, menyampaikan aksi ini digelar untuk menekan pemerintah agar mendengar suara rakyat.
BACA JUGA: Vonis Rohidin 13,5 Tahun Penjara jika Tak Bayar Denda
“Kita lakukan aksi hari ini dengan massa ribuan orang, mulai dari mahasiswa hingga masyarakat ojol. Semua menuntut perubahan nyata,” tegas Kelvin.
Delapan tuntutan yang disuarakan dalam aksi ini antara lain:
Mendesak pemerintah menarik kenaikan tunjangan DPR dan memprioritaskan kinerja legislasi, pengawasan, serta representasi rakyat.
Menuntut DPR RI meninjau kembali RUU KUHAP, khususnya pasal yang bermasalah seperti pasal 1 angka 4, pasal 84, pasal 90, pasal 93, pasal 105, dan pasal 145 ayat (1).
BACA JUGA: Rohidin Divonis Korupsi, Wajib Bayar Dolar AS dan Singapura
Mendesak DPR RI dan pemerintah mencabut UU TNI yang dinilai masih bermasalah, serta menolak intervensi dan intimidasi terhadap kebebasan sipil.
Mendesak DPR dan pemerintah segera mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai langkah pemberantasan korupsi.
Menuntut Presiden mencabut Inpres No. 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran yang berdampak negatif pada kesejahteraan rakyat.
Mendesak pemerintah meninjau dampak ekonomi dan sosial sebelum menaikkan pajak di berbagai sektor.
Menuntut reformasi kelembagaan Polri karena tindakan represif aparat yang mencederai hak konstitusional rakyat.
BACA JUGA: Demo Berujung Anarki, 1.240 Orang Ditangkap Aparat di Jakarta
Mendesak Presiden menghentikan praktik rangkap jabatan menteri maupun wakil menteri yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Suasana Aksi di Bengkulu
Sepanjang aksi, massa menyuarakan aspirasi melalui orasi dan spanduk yang dibentangkan di sekitar gedung DPRD.
Meski situasi cukup tegang, hingga berita ini diturunkan aksi berlangsung tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Aksi ribuan mahasiswa Bengkulu ini menunjukkan bahwa aspirasi rakyat tidak bisa diabaikan.
Tuntutan mereka menjadi cerminan keresahan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.








