BENGKULU, RBMEDIA.ID – Setelah tiga hari hilang akibat tenggelam saat kegiatan Pramuka, akhirnya Yudi Andrean (14), warga Desa Teluk Anggung Kecamatan Napal Putih, ditemukan pada Minggu (31/8) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Tubuh remaja itu ditemukan di aliran Sungai Muara Ketahun, Desa Muara Santan, dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Pencarian Intensif Sejak Hari Pertama
Sejak dinyatakan hilang pada Jumat (29/8), proses pencarian dilakukan secara intensif oleh gabungan TNI, Polri, Basarnas, serta masyarakat setempat.
BACA JUGA:Mencekam! Rumah Menkeu Sri Mulyani Porak-Poranda Digeruduk Massa Dini Hari
Kapolsek Ulok Kupai, Iptu Andhika Rizkiawan, menegaskan bahwa pencarian dilakukan tanpa henti hingga korban akhirnya ditemukan.
“Sejak kejadian, pencarian kita terus dilakukan hingga tadi pagi tubuh korban sudah ditemukan,” ujar Andhika dikutip dari KORANRB.ID.
Tim pencari menggunakan perahu untuk menyisir aliran Sungai Ketahun.
Kawasan sungai yang deras dan dipenuhi arus cukup kuat membuat pencarian berlangsung sulit.
Meski demikian, sinergi antara aparat dan masyarakat berhasil membuahkan hasil.
Penemuan yang Mengharukan
Pada Minggu pagi, kelompok warga yang kembali melakukan penyisiran di tepi sungai melihat tubuh korban muncul ke permukaan air.
Tubuh Yudi tampak terseret arus hingga ke area yang tidak jauh dari lokasi awal ia tenggelam.
“Warga yang melakukan pencarian melihat tubuh korban muncul dan terseret arus, sehingga warga yang mencari menggunakan perahu ke tengah sungai dan mengevakuasi tubuh korban,” jelas Andhika.
BACA JUGA:Amarah Massa Meledak, Ratusan Warga Geruduk Rumah Ahmad Sahroni
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka.
Suasana haru menyelimuti keluarga dan warga sekitar.
Pada hari yang sama, tubuh Yudi kemudian dimakamkan di desa kelahirannya.
Dukungan untuk Keluarga Korban
Menurut keterangan kepolisian, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Yudi murni tenggelam akibat derasnya arus sungai saat ia tengah mengikuti kegiatan Pramuka bersama rekan-rekannya.
Kapolsek menambahkan, pihak kepolisian beserta aparat desa terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban agar tabah menghadapi musibah ini.
“Tubuh korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia sehingga kita serahkan pada keluarga dan dimakamkan,” tutup Andhika.
Kisah pilu ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan perlunya kewaspadaan lebih tinggi ketika mengadakan kegiatan di area berisiko seperti sungai.
Keluarga dan masyarakat kini hanya bisa mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.








