JAKARTA, RBMEDIA.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (28/8) malam.
Dalam pernyataan pers di Jakarta, Jumat (29/8), Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan perhatian penuh terhadap keluarga korban.
Presiden Sampaikan Duka dan Kepedulian
Prabowo mengaku sangat prihatin dan sedih dengan insiden yang merenggut nyawa Affan.
Ia menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam, melainkan akan memastikan kesejahteraan keluarga korban tetap terjamin.
BACA JUGA:Propam Periksa 7 Anggota Brimob Terkait Insiden Ojol Dilindas Rantis
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia mengucapkan turut berduka cita dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujar Prabowo dalam video di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Menurutnya, insiden tersebut menjadi pelajaran penting agar penanganan unjuk rasa tetap dilakukan secara humanis dan terukur.
Lebih lanjut, Prabowo menambahkan bahwa negara akan hadir memberikan jaminan untuk kehidupan keluarga Affan, termasuk orang tua serta saudara-saudara korban.
Ia menekankan bahwa perhatian khusus akan diberikan sebagai bentuk tanggung jawab negara.
Kronologi Insiden dan Proses Penyelidikan
Peristiwa nahas itu terjadi saat aparat kepolisian membubarkan aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen.
Massa yang semula berkumpul di kawasan Senayan dan Palmerah akhirnya berpindah ke beberapa titik, termasuk Pejompongan, di mana tragedi ini terjadi.
Kendaraan taktis Brimob diketahui melindas pengemudi ojol tersebut ketika situasi mulai ricuh.
Setelah kejadian, video peristiwa itu menyebar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik.
BACA JUGA:Insiden Viral: Ojol Terlindas Rantis, Kapolri Angkat Bicara
Menindaklanjuti kasus ini, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim mengungkapkan bahwa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya sedang diperiksa.
Mereka semua berada di dalam kendaraan rantis pada saat insiden.
Ketujuh anggota tersebut diketahui berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.
Karim menegaskan bahwa pemeriksaan terus dilakukan untuk mendalami siapa yang mengemudikan rantis tersebut serta peran masing-masing anggota.
Proses hukum, lanjutnya, akan ditegakkan secara transparan agar keadilan bagi korban bisa terpenuhi.
Penegasan Pemerintah
Dengan adanya tragedi ini, Presiden Prabowo berharap seluruh aparat keamanan dapat lebih berhati-hati dalam bertugas, terutama saat menghadapi massa aksi.
Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis dan terukur harus selalu dikedepankan demi mencegah jatuhnya korban jiwa di kemudian hari.
Kematian Affan Kurniawan tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi perhatian serius masyarakat luas.
Pemerintah berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas, sekaligus memastikan agar hak-hak keluarga korban benar-benar terpenuhi.








