JAKARTA, RBMEDIA.ID – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan perombakan besar dalam susunan Kabinet Merah Putih dengan mengganti pimpinan di lima kementerian strategis dan sekaligus melantik pejabat untuk kementerian baru.
Langkah ini diumumkan secara resmi di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/9).
Lima Kementerian Strategis Alami Perubahan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo menjelaskan, reshuffle kali ini mencakup Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan; Kementerian Keuangan; Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia; Kementerian Koperasi; serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Atas berbagai pertimbangan, masukan, dan evaluasi yang dilakukan terus menerus oleh Presiden, maka pada sore ini Presiden memutuskan melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih di sejumlah kementerian,” kata Prasetyo, dikutip dari Antaranews.com.
Menurut dia, langkah ini diambil agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif dalam menjawab tantangan ekonomi, sosial, dan politik, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Pergantian pejabat di kementerian strategis diharapkan memberi energi baru dalam mengakselerasi program prioritas nasional.
BACA JUGA : Terungkap! Polisi Ringkus Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
Kementerian Haji dan Umrah Resmi Dibentuk
Selain melakukan reshuffle, Presiden Prabowo juga meresmikan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah.
Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan Rancangan Undang-Undang Haji yang telah disepakati bersama DPR RI.
“Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Keputusan Presiden mengenai pembentukan kementerian baru tersebut,” ujar Prasetyo.
Ia menambahkan, Presiden juga sudah menandatangani Keppres pengangkatan menteri dan wakil menteri yang akan memimpin kementerian tersebut.
Pelantikan keduanya dijadwalkan berlangsung pada sore hari di Istana Negara.
Hadir pula sejumlah tokoh nasional, seperti anggota DPR RI Mukhtarudin, Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, serta Kepala Badan Penyelenggara Haji Irfan Yusuf atau Gus Irfan, yang terlihat memasuki kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.30 WIB.
BACA JUGA : Kuasa Hukum Bantah Aset Rumah Windra Terkait Kasus Korupsi di Kepahiang
Perubahan Arah Kebijakan
Kehadiran Kementerian Haji dan Umrah menandai langkah baru pemerintah dalam memperkuat pelayanan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat Indonesia.
Selama ini, urusan penyelenggaraan haji ditangani oleh Kementerian Agama.
Namun dengan adanya kementerian baru, diharapkan koordinasi dan pengelolaan akan lebih fokus serta terintegrasi.
Reshuffle ini juga menunjukkan tekad Presiden Prabowo untuk memastikan kabinet tetap responsif terhadap dinamika yang terjadi.
Pergantian sejumlah menteri diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program strategis, sekaligus menjaga stabilitas politik dan ekonomi di tengah berbagai tantangan global.
Dengan langkah ini, publik kini menanti arah kebijakan baru dari para menteri yang dilantik, termasuk efektivitas Kementerian Haji dan Umrah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah Indonesia.








