RBMEDIA.ID – Presiden Prabowo Subianto melakukan penyegaran di jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.
Pergantian ini menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat pelaksanaan program-program strategis di bidang peningkatan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional.
Keputusan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
BACA JUGA : Harga Emas di Pegadaian Kembali Merosot, Cek Daftar Lengkap Terbarunya
Selain mengangkat kepala baru, Presiden juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Pergantian kepemimpinan ini dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir.
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek pelaksanaan program, tata kelola organisasi, serta masukan dari masyarakat dan berbagai pihak terkait.
Hasil Evaluasi Kinerja Selama 1,5 Tahun
BGN merupakan salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Karena itu, efektivitas program dan kualitas pelayanan menjadi perhatian utama pemerintah.
Selama menjalankan tugasnya, BGN bertanggung jawab dalam menyusun dan mengawal berbagai kebijakan terkait pemenuhan gizi masyarakat.
Lembaga ini juga menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.
Pemerintah menilai bahwa lembaga dengan tanggung jawab sebesar itu membutuhkan kepemimpinan yang mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan efektivitas program, serta memastikan seluruh kebijakan berjalan tepat sasaran.
Melalui pergantian pimpinan ini, pemerintah berharap BGN dapat bergerak lebih cepat dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan, terutama yang berkaitan dengan distribusi program gizi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, perubahan kepemimpinan diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan program gizi nasional.
Fokus Percepat Program Gizi dan Kesehatan Masyarakat
Dengan ditunjuknya Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, pemerintah menaruh harapan besar terhadap peningkatan kinerja lembaga tersebut.
BACA JUGA: Solar Subsidi untuk Nelayan Mukomuko Kini Wajib Lewat X-Star, Ini Syarat Lengkapnya
Fokus utama yang diharapkan adalah percepatan pelaksanaan program prioritas, penguatan tata kelola organisasi, serta peningkatan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan program.
Di sisi lain, pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada Dadan Hindayana, Lodewijk Pusung, dan Sony Sonjaya yang sebelumnya memimpin dan membantu membangun fondasi awal Badan Gizi Nasional.
Ke depan, kepemimpinan baru diharapkan mampu melakukan konsolidasi internal secara cepat sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat kabupaten dan kota.
Langkah tersebut dinilai penting agar program-program peningkatan gizi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.
Perubahan di tubuh BGN menjadi sinyal bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas nasional.
Dengan tata kelola yang lebih kuat dan koordinasi yang lebih efektif, pemerintah berharap upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia dapat berjalan semakin optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh daerah.








