BENGKULU, RBMEDIA.ID – Insiden nyala api pada sebuah mobil konsumen di SPBU KM 6,5 Kota Bengkulu pada Jumat sore (12/9) sempat menghebohkan masyarakat.
Namun, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan bahwa operasional SPBU kembali normal dan aman pada Jumat malam, setelah seluruh standar keamanan terpenuhi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa api pertama kali muncul sekitar pukul 15.35 WIB.
BACA JUGA : Ratusan Rekening Bansos PKH Terblokir Judi Online, Penerima Gagal Cairkan Tahap III
“Para operator SPBU langsung sigap memadamkan api dengan menggunakan APAR (alat pemadam api ringan) dan APAB (alat pemadam api berat). Dalam hitungan menit, tepatnya pukul 15.44 WIB, api berhasil dipadamkan,” ungkap Rusminto dikutip dari KORANRB.ID.
Tindakan Cepat di Lapangan
Selain operator SPBU, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu juga diterjunkan untuk melakukan pendinginan sesaat setelah api padam.
“Kami mengapresiasi para petugas SPBU yang tanggap mengendalikan situasi, sekaligus berterima kasih kepada Dinas Pemadam Kebakaran atas bantuan mereka,” tambah Rusminto.
Meski api berhasil dipadamkan dengan cepat, Pertamina tetap menghentikan sementara operasional SPBU untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan.
Sekitar pukul 19.00 WIB, SPBU kembali melayani masyarakat setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap standar keamanan.
“Saat ini Pertamina masih melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab pasti insiden tersebut. Namun kami memastikan semua peralatan pemadam di SPBU sudah kembali kami lengkapi agar pelayanan bisa berjalan aman,” tegas Rusminto.
Sementara itu, pengemudi mobil yang mengalami luka akibat insiden ini telah mendapat perawatan medis di rumah sakit.
Kondisinya dikabarkan dalam penanganan yang baik.
Imbauan Keamanan dari Pertamina
Insiden di SPBU KM 6,5 ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati.
Pertamina menegaskan bahwa keamanan di area SPBU harus menjadi perhatian utama.
“Kami mengimbau agar masyarakat memastikan kendaraan dalam kondisi aman sebelum mengisi BBM, karena potensi risiko di area SPBU cukup tinggi,” jelas Rusminto.
BACA JUGA : Stop Rambut Rontok! Terapkan Gaya Hidup Sehat untuk Rambut Indah
Pertamina juga menegaskan bahwa aspek keselamatan konsumen selalu menjadi prioritas utama.
Untuk itu, semua SPBU wajib memenuhi standar perlengkapan keamanan, termasuk ketersediaan APAR dan APAB yang siap digunakan sewaktu-waktu.
Selain itu, Pertamina mengajak masyarakat menggunakan saluran resmi untuk mendapatkan informasi terkait produk maupun layanan.
“Konsumen dapat memanfaatkan Pertamina Call Center di nomor 135 untuk segala kebutuhan informasi,” pungkas Rusminto.
Keamanan Jadi Prioritas
Dengan tindakan cepat dan koordinasi yang baik antara petugas SPBU serta Dinas Pemadam Kebakaran, insiden ini berhasil ditangani tanpa menimbulkan kerugian lebih besar.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, kembalinya operasional SPBU menunjukkan komitmen Pertamina dalam memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.








