BENGKULU, RBMEDIA.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu resmi mengumumkan dimulainya proses penjaringan bakal calon rektor untuk masa jabatan 2026–2030.
Tahapan ini dibuka mulai 25 Agustus hingga 16 Oktober 2025, dan diharapkan melahirkan pemimpin baru yang visioner serta mampu membawa kampus menuju prestasi lebih tinggi.
Tahapan Penjaringan yang Transparan
Panitia resmi merilis jadwal tahapan penjaringan melalui laman resmi kampus.
Tahap pertama adalah pengumuman yang berlangsung dari 25 Agustus hingga 1 September 2025.
Setelah itu, dibuka pendaftaran dan penerimaan dokumen pada 1–22 September 2025.
Selanjutnya, berkas yang masuk akan melalui proses verifikasi administrasi pada 23–26 September 2025.
BACA JUGA:Tips Memilih Smartphone Sesuai Kebutuhan dan Budget, Jangan Sampai Salah Beli!
Hasil verifikasi akan diumumkan pada 26 September.
Calon yang lolos akan melanjutkan ke tahapan berikutnya, yaitu proses Senat dan penyerahan nama ke Kementerian Agama RI, yang berlangsung mulai 29 September hingga 16 Oktober 2025.
Ketua Panitia Penjaringan, Dr. Hj. Khairiah, M.Pd, menegaskan bahwa seluruh proses akan dijalankan dengan terbuka.
“Proses ini kami laksanakan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan untuk melahirkan pemimpin visioner bagi UIN FAS Bengkulu,” ujarnya.
Akses Informasi Terbuka untuk Publik
Untuk memastikan setiap calon dapat mengikuti proses dengan baik, panitia menyediakan informasi lengkap terkait persyaratan dan mekanisme melalui laman resmi.
Masyarakat akademik dapat mengaksesnya di panjar.uinfasbengkulu.ac.id atau tautan singkat bit.ly/ppbcr-uinfasbkl2025.
Langkah ini menunjukkan komitmen panitia dalam memberikan akses seluas-luasnya kepada sivitas akademika, alumni, maupun pihak lain yang berminat.
Dengan begitu, semua proses tidak hanya berjalan formal, tetapi juga partisipatif.
Harapan untuk Rektor Baru
Penjaringan ini menjadi momen penting karena akan menentukan arah UIN FAS Bengkulu dalam empat tahun mendatang.
BACA JUGA:Smartphone Terlaris 2025, Inilah Deretan Pilihan Favorit Pengguna
Rektor terpilih diharapkan mampu memperkuat mutu pendidikan, memperluas kerja sama internasional, serta meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
Selain itu, tantangan globalisasi dan transformasi digital juga menjadi perhatian utama.
Rektor mendatang perlu menghadirkan strategi yang adaptif, terutama dalam menghadapi perubahan cepat di bidang teknologi dan pendidikan tinggi.
Dr. Khairiah kembali menegaskan pentingnya partisipasi seluruh elemen kampus.
“Kami mengajak seluruh civitas akademika UIN FAS Bengkulu untuk bersama-sama menyukseskan proses penjaringan ini. Dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan agar pemimpin baru yang lahir benar-benar membawa perubahan positif,” katanya.
Dengan prinsip keterbukaan dan semangat kebersamaan, UIN FAS Bengkulu optimistis penjaringan ini akan menghasilkan rektor yang mampu membawa kampus menjadi salah satu perguruan tinggi Islam unggulan di Indonesia.








