BENGKULU, RBMEDIA.ID – Gubernur negara bagian Utah, Amerika Serikat, Spencer Cox, memastikan bahwa pelaku penembakan aktivis politik konservatif Charlie Kirk telah ditangkap.
Pelaku tersebut diidentifikasi sebagai Tyler Robinson, warga asli Utah yang belakangan diketahui semakin aktif dalam kegiatan politik.
“Kami menangkapnya,” kata Cox dikutip dari Antaranews.com.
Ia menegaskan bahwa insiden ini bukan sekadar serangan terhadap seorang individu, melainkan juga ancaman serius terhadap nilai-nilai demokrasi.
“Ini serangan kepada kita semua dan terhadap eksperimen Amerika serta serangan terhadap gagasan kita semua,” tegas Cox.
BACA JUGA : Mi Instan Indonesia Mengandung Etilen Oksida di Taiwan, BPOM Buka Suara
Keterlibatan Keluarga dalam Pengungkapan Kasus
Informasi mengenai Robinson pertama kali muncul dari salah seorang anggota keluarganya.
Orang tersebut mengungkapkan kepada seorang rekan keluarga bahwa Robinson telah mengakui atau mengisyaratkan keterlibatannya dalam penembakan.
Informasi itu kemudian diteruskan kepada Kantor Sheriff di Washington County.
Cox menjelaskan bahwa keluarga juga mengonfirmasi perubahan perilaku Robinson dalam beberapa tahun terakhir.
Ia semakin aktif secara politik dan kerap mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap pandangan Charlie Kirk.
“Anggota keluarga menyebut bahwa pada sebuah makan malam, Robinson sempat menyinggung soal kehadiran Charlie Kirk di Utah Valley University. Mereka membicarakan alasan tidak menyukai Kirk dan sudut pandang yang ia bawa,” ungkap Gubernur.
Pihak berwenang menyakini Robinson bertindak seorang diri dalam kasus ini.
Pemeriksaan Bukti dan Penangkapan Pelaku
Penangkapan Robinson dilakukan setelah penyidik menelaah rekaman kamera pengawas di kampus Utah Valley University, tempat penembakan terjadi.
BACA JUGA : 12 Jam Diperiksa, Sherina Munaf Klarifikasi soal Kucing Uya Kuya
Rekaman menunjukkan Robinson sudah berada di lokasi sejak pagi hari dengan pakaian yang sama saat ditangkap: kaus marun, celana pendek cerah, topi hitam, dan sepatu terang.
Selain itu, penyidik menemukan senapan aksi-grendel Mauser model 98 kaliber .36 yang diduga digunakan dalam penembakan.
Lebih mengejutkan, beberapa selongsong peluru yang ditemukan memiliki tulisan provokatif.
“Tulisan pada selongsong berbunyi ‘notices, bulges, OWO, what’s this?’ sementara pada selongsong lain tertulis ‘Hai, fasis! Tangkap!’ disertai simbol panah,” terang Cox.
Ada pula selongsong yang tidak ditembakkan dengan tulisan lirik lagu revolusioner Bella Ciao serta pesan nyeleneh lain.
Peran Otoritas dan Dukungan Federal
Presiden Donald Trump turut menyinggung peran keluarga Robinson, khususnya sang ayah, dalam mempercepat penangkapan.
Sementara itu, Direktur FBI Kash Patel memastikan Robinson diamankan pada Kamis malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB.
Kasus ini kini menjadi sorotan nasional di Amerika Serikat karena menyinggung isu politik, keamanan publik, dan kebebasan berpendapat.
Otoritas Utah menegaskan akan terus melakukan penyelidikan menyeluruh agar keadilan bagi korban dapat ditegakkan.








