BENGKULU, RBMEDIA.ID – Realisasi APBD Kabupaten Kepahiang 2025 menunjukkan tren positif di sisi pendapatan, tetapi belanja modal masih rendah.
Data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 24 September 2025 mencatat pendapatan daerah Rp450,93 miliar.
Angka ini setara 50,85 persen dari target Rp886,78 miliar.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp36,35 miliar atau 52,66 persen.
BACA JUGA: Belanja Modal Lebong 2025 Seret, Baru 4,67 Persen
Pajak daerah tumbuh signifikan dengan realisasi Rp11,08 miliar atau 63,63 persen.
Menariknya, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan justru melampaui target.
Realisasi Rp2,16 miliar, setara 108,22 persen dari pagu Rp2 miliar.
Namun, realisasi belanja daerah masih rendah. Dari pagu Rp913,42 miliar, serapan baru Rp425,29 miliar atau 46,56 persen.
Belanja pegawai tetap mendominasi dengan capaian Rp223,96 miliar atau 59,43 persen.
BACA JUGA: APBD Bengkulu Tengah 2025 Terserap 42 Persen
Belanja barang dan jasa Rp86,19 miliar atau 36,88 persen.
Belanja modal menjadi perhatian. Hingga September, realisasi hanya Rp38,73 miliar atau 23,07 persen dari target Rp167,89 miliar.
Sementara itu, belanja bantuan keuangan sudah mencapai 57,75 persen, atau Rp74,39 miliar dari pagu Rp128,82 miliar.
Dari sisi pembiayaan, penerimaan tercatat Rp18,63 miliar atau 65,03 persen.
Bahkan, penyertaan modal daerah sudah 100 persen terealisasi.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi Pemkab Kepahiang untuk mempercepat serapan anggaran, khususnya belanja modal.
Jika tidak, program pembangunan bisa terhambat.








