KEPAHIANG, RBMEDIA.ID –Kasus viral yang menghebohkan publik Kepahiang akhirnya menemukan titik terang.
Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial VA, yang sempat menimbulkan kemarahan masyarakat setelah diduga menginjak kitab suci Al-Qur’an, kini akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Dalam rekaman video yang beredar, Jumat (10/10/2025), VA mengakui kesalahannya dan mengungkap bahwa tindakannya dilakukan dalam kondisi mental yang tidak stabil.
Ia menyebut dirinya tengah berada dalam tekanan berat saat kejadian terjadi.
“Kejadian tersebut saya lakukan dalam keadaan sakit dan tertekan. Saya mohon maaf, saya mohon,” ujarnya dalam video tersebut yang kini viral di media sosial.
Pemkab Kepahiang Gelar Rapat Darurat
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang langsung merespons serius kejadian tersebut.
Sejak Jumat siang, rapat darurat digelar di bawah komando Asisten III Setda Kepahiang untuk membahas langkah konkret dalam menangani kasus yang telah menyinggung nilai-nilai keagamaan itu.
Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kepahiang, Dendi, MM, menyatakan bahwa rapat koordinasi tengah dilakukan untuk menentukan langkah tegas terhadap pelaku.
Menurutnya, Pemkab tidak akan tinggal diam terhadap tindakan yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.
VA yang diketahui bertugas sebagai staf di Kantor Lurah Kampung Pensiunan, Kecamatan Kepahiang.
Ternyata juga dikabarkan sudah tidak lagi masuk kerja sejak peristiwa tersebut mencuat ke publik.
Saat tim media mendatangi kantor kelurahan, lurah setempat, Yudi, S.P, membenarkan bahwa VA adalah bawahannya dan tengah diperiksa oleh pihak berwenang.
Sekda: Pemkab Bentuk Tim Khusus untuk Tindak Lanjut
Sekretaris Daerah (Sekda) Kepahiang, Dr. Hartono, M.Pd., M.H., menegaskan bahwa pihaknya telah memerintahkan Inspektorat dan Asisten I untuk segera melakukan penyelidikan mendalam.
Pemkab juga membentuk tim khusus guna menelusuri motif serta dampak sosial yang timbul dari tindakan VA.
BACA JUGA:Film Minecraft 2 Resmi Digarap Warner Bros, Tayang di Bioskop 2027
Menurut Sekda, langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban dan toleransi antarumat beragama.
Ia menambahkan, Pemkab akan memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum dan disiplin ASN yang berlaku.
Kasus ini menjadi sorotan tajam masyarakat karena dianggap menodai nilai-nilai keagamaan dan etika seorang aparatur negara.
Meski VA telah menyampaikan permintaan maaf, banyak pihak mendesak agar sanksi tegas tetap diberikan sebagai pembelajaran bagi ASN lain agar menjaga perilaku, baik di ruang publik maupun pribadi.
Dengan terbentuknya tim investigasi dan langkah cepat Pemkab Kepahiang, masyarakat kini menanti hasil pemeriksaan resmi serta keputusan akhir terhadap VA.
Pemerintah berharap penanganan kasus ini dapat meredam keresahan publik dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap integritas ASN di lingkungan Pemkab Kepahiang.








