JAKARTA, RBMEDIA.ID – Presiden RI Prabowo Subianto mengajak seluruh umat Islam di Indonesia menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah sebagai momentum penting untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah.
“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, namun juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak mulia beliau,” ucap Presiden Prabowo melalui unggahan di akun resmi Instagram @presidenrepublikindonesia, Jumat.
Menurut Presiden, teladan Nabi Muhammad SAW yang membawa rahmat bagi semesta alam harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, baik dalam sikap pribadi, hubungan sosial, maupun kehidupan berbangsa.
Maulid Nabi sebagai Cahaya Penuntun
Dalam pesannya, Prabowo menekankan pentingnya menjadikan risalah Nabi Muhammad SAW sebagai cahaya penuntun.
Nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah, seperti kejujuran, kesabaran, serta kepedulian sosial, dinilai relevan untuk menghadapi tantangan zaman saat ini.
BACA JUGA : Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Jadi Tersangka Kelima
Presiden juga menyoroti bahwa momentum peringatan Maulid harus menjadi dorongan bagi masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong, mempererat persatuan, serta mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
“Mari kita terus menebarkan rahmat dan persaudaraan di bumi Indonesia tercinta,” ajaknya.
Kehadiran di Masjid Istiqlal
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan tahun ini diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (4/9) malam.
Presiden Prabowo hadir dengan mengenakan baju koko putih dan kopiah hitam. Ia didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tampak mengenakan batik lengkap dengan kopiah.
Selama acara, Presiden duduk bersila diapit Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Suasana khidmat menyelimuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sari tilawah, istigasah, doa bersama, hingga zikir kebangsaan.
BACA JUGA : Spanyol Bungkam Bulgaria 3-0, Kokoh di Puncak Grup E
Sejumlah pejabat negara turut hadir, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala BIN M. Herindra, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai penyelenggara acara.
Teladan Nabi untuk Indonesia Maju
Peringatan Maulid Nabi 1447 H ini tidak hanya berfungsi sebagai refleksi spiritual.
Akan tetapi juga sebagai panggilan moral untuk membawa nilai-nilai Islam dalam membangun bangsa.
Dengan meneladani akhlak Nabi, Presiden Prabowo berharap masyarakat dapat semakin menguatkan ikatan kebangsaan sekaligus menjaga harmoni sosial.
Peringatan Maulid, menurutnya, menjadi momentum mengingatkan kembali bahwa ajaran Rasulullah SAW menekankan kasih sayang, keadilan, dan persaudaraan tanpa memandang perbedaan.
Nilai-nilai inilah yang disebut sebagai fondasi penting menuju Indonesia yang berdaulat, sejahtera, dan bermartabat di mata dunia.








