BENGKULU, RBMEDIA.ID – Hujan deras yang mengguyur Bengkulu Utara sejak Sabtu sore (20/9/2025) memicu bencana longsor di Desa Talang Baru Ginting, Kecamatan Air Besi.
Satu unit rumah milik Saunir tertimbun material tanah dari tebing setinggi 15 meter yang berada tepat di belakang bangunan tersebut.
Tebing Setinggi 15 Meter Runtuh
Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, ketika hujan deras belum mereda.
Material tanah langsung menghantam bagian belakang rumah dan menimpa ruang dapur.
Saat kejadian, istri pemilik rumah, Suharti, tengah menunaikan ibadah salat di ruangan tersebut.
BACA JUGA : 103 Kasus HIV/AIDS di Bengkulu, Dinkes Ingatkan Ancaman Serius
Benturan keras dinding beton yang roboh akibat tertimpa tanah membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit.
Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Eko Munarianto melalui Kapolsek Air Besi Ipda Deni Mashuri menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat.
Keluarga yang melihat Suharti terkapar di lantai segera mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kami menjenguk korban ke rumah sakit dan saat ini kondisinya sudah mulai membaik,” kata Deni dikutip dari KORANRB.ID, Minggu (21/9).
Deni menambahkan, sementara ini keluarga korban memilih menginap di rumah kerabat untuk mengantisipasi bahaya susulan.
“Sehingga selain membersihkan, warga juga mengantisipasi jika longsor kembali terjadi. Sementara korban sekeluarga menginap di rumah kerabatnya,” ujarnya.
Evakuasi Material Masih Berlangsung
Hingga berita ini diturunkan, material tanah yang menimbun bagian dapur rumah masih dalam proses evakuasi.
Warga bersama aparat kepolisian, TNI, serta tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Utara bergotong royong menyingkirkan timbunan tersebut.
Kondisi di lokasi masih cukup berbahaya karena tanah tebing masih gembur akibat curah hujan yang belum berhenti.
Petugas mengimbau warga untuk tetap waspada dan menghindari area berisiko tinggi.
Antisipasi Bencana Susulan
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat yang tinggal di sekitar lereng atau tebing curam.
Intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir berpotensi memicu longsor di sejumlah titik rawan di Bengkulu Utara.
Pihak kepolisian dan BPBD juga mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan di tanah atau dinding rumah.
Dengan langkah pencegahan dini, risiko jatuhnya korban jiwa diharapkan dapat diminimalisir.
Meskipun Suharti masih harus menjalani perawatan medis, kondisi kesehatannya dilaporkan semakin stabil.
Sementara itu, upaya evakuasi dan pembersihan terus dilakukan agar rumah korban dapat kembali ditempati.








