BENGKULU, RBMEDIA.ID – Pemilihan Rektor Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN Fas) Bengkulu periode 2026–2030 mencatat babak baru dalam sejarah kampus.
Untuk pertama kalinya, seorang profesor sekaligus Guru Besar perempuan, Prof. Dr. Asnaini, MA, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor.
Pendaftaran berlangsung di Sekretariat Panitia Penjaringan Rektor pada Jumat sore, 19 September 2025.
Kehadiran Prof. Asnaini menandai perubahan besar sekaligus membuka peluang lahirnya pemimpin perempuan di kampus yang dikenal dengan sebutan Kampus Merah Putih ini.
Tonggak Penting bagi UIN Fas Bengkulu
Ketua Panitia Penjaringan Rektor, Dr. Hj. Khairiah, menilai langkah Prof. Asnaini bukan sekadar pencalonan biasa.
BACA JUGA : 5 Cara Sederhana Lindungi Mata dari Layar Gadget
Menurutnya, partisipasi seorang guru besar perempuan menjadi momen penting dalam perjalanan UIN Fas.
“Ini menunjukkan bahwa kampus kita semakin terbuka dan memberi ruang setara bagi seluruh civitas akademika tanpa memandang gender. Pendaftaran Prof. Asnaini tentu membawa makna simbolis sekaligus praktis, karena memberi contoh bahwa perempuan juga mampu berada di garda terdepan kepemimpinan perguruan tinggi,” ujar Khairiah dikutip dari KORANRB.ID.
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan rektor akan berjalan secara transparan, kompetitif, dan akuntabel.
“Kami ingin menghasilkan pemimpin yang bukan hanya berwawasan akademik kuat, tapi juga memiliki visi membawa UIN Fas Bengkulu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Antusiasme Tinggi dari Para Kandidat
Pendaftaran bakal calon rektor UIN Fas Bengkulu dibuka sejak 1 hingga 22 September 2025.
Panitia memberikan kesempatan kepada seluruh dosen tetap yang memenuhi syarat untuk mengajukan diri.
Hingga pertengahan September, tercatat antusiasme cukup tinggi dari berbagai kandidat potensial.
Dalam konteks ini, langkah Prof. Asnaini semakin mempertegas bahwa kepemimpinan perempuan di dunia akademik kini mendapat pengakuan lebih luas.
Dengan pengalaman panjang di bidang pendidikan dan latar belakang keilmuan yang kuat, ia dianggap membawa energi baru untuk mendorong inovasi serta perubahan.
Simbol Perubahan dan Ruang Partisipasi
Kehadiran Prof. Asnaini dalam bursa calon rektor UIN Fas Bengkulu dipandang sebagai simbol perubahan.
Ia tidak hanya membawa visi akademik, tetapi juga menegaskan pentingnya keterwakilan perempuan dalam posisi strategis.
BACA JUGA : 7 Tips Masak Hemat Gas yang Jarang Diketahui
Banyak pihak menilai bahwa pencalonan ini membuka ruang partisipasi lebih luas bagi perempuan dalam dunia kampus.
Dengan dinamika yang terus berkembang, pemilihan rektor UIN Fas Bengkulu periode 2026–2030 dipastikan menjadi salah satu momen bersejarah.
Kehadiran Prof. Asnaini sebagai calon rektor perempuan pertama menambah warna baru sekaligus menghadirkan optimisme akan masa depan kampus yang lebih inklusif dan progresif.








