SURABAYA, RBMEDIA.ID – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa membantah isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di PT Gudang Garam Tbk yang sempat viral di media sosial.
Menurutnya, informasi tersebut tidak benar karena yang terjadi sebenarnya adalah program pensiun dini yang ditawarkan manajemen perusahaan kepada karyawannya.
Bantahan Gubernur Jawa Timur
“Terkait PHK massal, yang terjadi bukan PHK massal, yang terjadi adalah pensiun dini yang ditawarkan oleh manajemen PT Gudang Garam,” kata Khofifah di Surabaya, Selasa (9/9), dikutip dari Antaranews.com.
Ia menambahkan bahwa program tersebut telah berlangsung cukup lama dan hanya melibatkan sebagian kecil karyawan.
“Yang mengajukan pensiun dini ada 200 karyawan dan ini proses sudah agak lama,” ujarnya menegaskan.
Isu mengenai PHK massal mulai mencuat akhir pekan lalu, setelah beredar video viral di platform seperti Instagram dan X (sebelumnya Twitter).
BACA JUGA : Ferry Irwandi Bantah Tudingan TNI, Pastikan Siap Hadapi Segala Proses
Video tersebut menampilkan momen perpisahan sejumlah pekerja di salah satu pabrik Gudang Garam di Tuban, Jawa Timur.
Penjelasan Disnakertrans Jatim dan Manajemen Perusahaan
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jatim, Sigit Priyanto, juga mengonfirmasi bahwa informasi PHK massal tidak sesuai fakta di lapangan.
Ia menyebut apa yang viral hanyalah bagian dari program pensiun dini yang ditawarkan perusahaan.
“Itu di Instagram, itu saya cek ke sana, sama nakernya, sama manajernya, ternyata ada penawaran program pensiun dini. Sudah 200 yang datang tapi semua sudah dipenuhi,” kata Sigit.
Pernyataan ini sejalan dengan klarifikasi manajemen Gudang Garam sebelumnya, yang memastikan operasional pabrik di Tuban tetap berjalan normal.
Saat ini, jumlah karyawan di pabrik tersebut tercatat masih sekitar 800 hingga 850 orang.
Namun, data laporan tahunan perusahaan memang menunjukkan adanya penurunan jumlah tenaga kerja secara bertahap dalam lima tahun terakhir.
Pada 2019, jumlah karyawan Gudang Garam tercatat sebanyak 32.491 orang, sementara pada 2024 turun menjadi 30.308 orang.
Penurunan ini disebut sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan akibat kenaikan tarif cukai rokok dan maraknya peredaran rokok ilegal yang memengaruhi kinerja industri.
BACA JUGA : TNI Konsultasi ke Polda Metro Jaya Soal Dugaan Tindak Pidana Ferry Irwandi
Kondisi Keuangan Perusahaan Jadi Sorotan
Meski bantahan resmi sudah disampaikan, isu ini tidak lepas dari sorotan publik karena muncul di tengah penurunan kinerja keuangan perusahaan.
Pada semester I-2025, laba bersih Gudang Garam tercatat anjlok hingga 87,3 persen, turun menjadi Rp117,16 miliar.
Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa perusahaan melakukan langkah efisiensi besar-besaran.
Namun, Khofifah dan Disnakertrans Jatim menegaskan bahwa tidak ada PHK massal, melainkan hanya program pensiun dini yang sifatnya sukarela.
Dengan demikian, pemerintah daerah memastikan masyarakat tidak salah menafsirkan isu yang berkembang di media sosial.
Program pensiun dini, menurut otoritas, merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menyesuaikan kondisi bisnis tanpa mengorbankan stabilitas lapangan kerja secara masif.








