RBMEDIA.ID – Bengkulu menerima dua kabar positif pada 2025.
Tingkat kemiskinan menurun, sementara kemampuan baca tulis masyarakat tetap berada pada level tinggi.
Data tersebut tercantum dalam Provinsi Bengkulu Dalam Angka 2026 yang dirilis oleh BPS Provinsi Bengkulu.
Angka-angka ini memberikan gambaran penting mengenai kualitas sumber daya manusia dan kondisi sosial ekonomi daerah.
Di satu sisi, sektor pendidikan masih menghadapi tantangan.
Namun, di sisi lain, angka kemiskinan menunjukkan perbaikan yang patut diapresiasi.
Partisipasi Sekolah Mengalami Penurunan
BPS mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) Bengkulu tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk jenjang SD, APM tercatat sebesar 96,12.
Sementara itu, APM SMP berada di angka 78,83.
Selanjutnya, APM SMA tercatat sebesar 69,32.
Kondisi serupa juga terlihat pada Angka Partisipasi Kasar (APK).
APK SD mencapai 106,86.
Kemudian, APK SMP sebesar 92,57 dan APK SMA sebesar 96,07.
Meski terjadi penurunan, angka tersebut masih menunjukkan mayoritas anak usia sekolah di Bengkulu tetap mengakses pendidikan formal.
Karena itu, peningkatan akses dan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan penting bagi seluruh pemangku kepentingan.
Angka Melek Huruf Tetap Tinggi
Di tengah penurunan partisipasi sekolah, Bengkulu masih mencatat capaian baik pada tingkat literasi.
Persentase penduduk berusia 15 tahun ke atas yang melek huruf mencapai 97,80 persen pada 2025.
Angka melek huruf menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas sumber daya manusia.
Semakin tinggi tingkat literasi, semakin besar peluang masyarakat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Oleh sebab itu, capaian ini menjadi modal penting bagi pembangunan daerah.
Kemiskinan Bengkulu Terus Menurun
Selain sektor pendidikan, perkembangan positif juga terlihat pada indikator kemiskinan.
Persentase penduduk miskin Bengkulu pada Maret 2025 tercatat sebesar 29,82 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 31,80 persen.
Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi ekonomi masyarakat.
Karena itu, tren tersebut menjadi sinyal positif bagi pembangunan Bengkulu ke depan.
Garis Kemiskinan Naik, Penduduk Miskin Justru Menurun
Menariknya, Garis Kemiskinan Bengkulu pada 2025 meningkat menjadi Rp500.588 per kapita per bulan.
Pada tahun sebelumnya, nilai tersebut berada di angka Rp492.627.
Meski batas Garis Kemiskinan meningkat, persentase penduduk miskin justru mengalami penurunan.
Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan sebagian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Selain itu, data BPS menunjukkan rumah tangga miskin memiliki rata-rata 4,60 anggota keluarga.
Sementara itu, rumah tangga tidak miskin rata-rata terdiri dari 3,78 anggota keluarga.
Data ini memperlihatkan bahwa ukuran rumah tangga masih menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan tingkat kesejahteraan.
Dengan literasi yang tinggi dan kemiskinan yang menurun, Bengkulu memiliki modal kuat untuk mempercepat pembangunan manusia dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pada tahun-tahun mendatang.








