BENGKULU, RBMEDIA.ID – Dua situs resmi milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang diretas dan disusupi akun judi online (Judol).
Situs yang terdampak adalah milik Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepahiang.
Insiden ini mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepahiang segera mengambil langkah antisipasi.
Sosialisasi pencegahan backlink Judol digelar pada Senin (1/9) di Aula Command Center Pemda Kepahiang.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan OPD dengan fokus utama pada deteksi dini serta pencegahan serangan siber.
Langkah Antisipasi dari Pemkab Kepahiang
Kepala Diskominfo Kepahiang, Dicky Iswandi, ST, menegaskan bahwa langkah cepat diperlukan agar peretasan tidak kembali terjadi.
“Di kita kan sudah dua OPD terserang akun situs Judol. Kita tak ingin peretasan situs Judol terulang lagi,” kata Dicky dikutip dari KORANRB.ID.
Dalam sosialisasi itu, para peserta diberikan pemahaman mengenai cara mendeteksi backlink berbahaya, teknik menangkal penyusupan situs ilegal, hingga pembaruan sistem keamanan situs pemerintah.
BACA JUGA :Kejari Seluma Dalami Kasus Pungli PPG, Tersangka Lebih dari Satu Orang
Menurut Dicky, upaya tersebut penting untuk menutup celah keamanan yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan digital.
Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya pemeliharaan sistem secara berkala.
Hal ini sejalan dengan meningkatnya intensitas serangan digital terhadap situs pemerintahan di berbagai daerah.
Peringatan untuk ASN dan Upaya Pencegahan
Menariknya, isu penggunaan situs judi online oleh oknum aparatur sipil negara (ASN) di Kepahiang juga mencuat.
Meski begitu, Dicky mengaku pihaknya tidak dapat mendeteksi secara pasti keterlibatan ASN.
“Kalau soal aktivitas Judol, kami memang tidak bisa memantau langsung. Tapi kami berharap ASN menjauhi hal tersebut karena jelas merugikan diri sendiri,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula narasumber dari Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu serta pejabat fungsional Manggala Persandian Dinas Kominfotik Kabupaten Rejang Lebong.
Kehadiran mereka memperkuat transfer pengetahuan dan strategi pencegahan di tingkat daerah.
BACA JUGA :Liverpool Resmi Gaet Alexander Isak, Rekor Transfer Rogoh Rp2,8 Triliun
Para pemateri menjelaskan pentingnya sinergi antar-OPD dalam menjaga keamanan digital.
Mereka juga menyoroti potensi kerugian besar, baik secara reputasi maupun keuangan, jika situs resmi pemerintah disusupi konten ilegal.
Penguatan Sistem Keamanan ke Depan
Kasus peretasan situs BKD dan RSUD Kepahiang menjadi peringatan keras bagi seluruh OPD di Kepahiang.
menekankan agar setiap OPD lebih proaktif memperbarui sistem dan menutup celah kerentanan.
Dengan adanya sosialisasi ini, Pemkab Kepahiang berharap seluruh perangkat daerah semakin waspada serta memiliki kemampuan teknis dalam menangkal serangan digital.
Ke depan, penguatan kerja sama lintas instansi akan menjadi kunci untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.
“Memberikan pemahaman sejak dini adalah langkah penting agar situs resmi pemerintah tetap aman dan terjaga dari penyalahgunaan pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkas Dicky.








