BENGKULU, RBMEDIA.ID – Kasus mengejutkan terjadi di Kabupaten Seluma, Bengkulu.
Seorang balita bernama Khaira Nur Sabrina (1 tahun 8 bulan) mengeluarkan cacing dari mulut dan hidungnya saat menjalani perawatan medis.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Seluma menduga kondisi itu erat kaitannya dengan lingkungan rumah yang tidak sehat.
Kepala Dinkes Seluma, Rudi Syawaludin, menegaskan pihaknya langsung turun ke lapangan untuk mengecek kediaman keluarga Khaira yang berada di Desa Sungai Petai.
“Saat ditemukan adanya pasien dengan gejala mengeluarkan cacing dari mulut dan hidung, kita langsung melakukan investigasi ke rumah dan lingkungan pasien,” ujar Rudi dikutip dari berbagai sumber, Selasa (16/9).
Kondisi Rumah Balita Sangat Memprihatinkan
Hasil pengecekan menunjukkan kondisi rumah Khaira jauh dari kata layak.
BACA JUGA : Jasad Bayi Laki-Laki Ditemukan di Waduk Cilangkap, Polisi Telusuri CCTV
Rumah tersebut hanya berdinding papan yang sudah rusak dan berlantai tanah.
Lebih memprihatinkan lagi, banyak kotoran ayam berserakan di sekitar rumah, sehingga risiko penyebaran cacing dan penyakit menular lainnya semakin tinggi.
“Selain kotor, rumah itu hanya beralas tanah dan dinding papan yang sudah rusak, bahkan banyak kotoran ayam di sekitar rumah,” jelas Rudi.
Situasi ini memperlihatkan bahwa faktor lingkungan sangat memengaruhi kesehatan anak.
Rudi menambahkan, selain tinggal di lingkungan yang tidak sehat, Khaira juga mengalami kekurangan gizi akibat keterbatasan ekonomi keluarganya.
“Jadi kondisi balita tersebut tinggal di rumah yang tidak bersih, ditambah kurang perhatian dari kedua orang tuanya,” ungkapnya.
Penanganan Medis dan Asupan Gizi
Setelah mendapat penanganan di RSUD Tais, Khaira kini menjalani perawatan intensif.
Tenaga medis memberikan vitamin serta makanan dengan kandungan gizi tinggi untuk memperbaiki kondisi tubuhnya.
“Agar pasien bisa mendapat asupan gizi cukup, balita itu telah diberi vitamin dan makanan yang mengandung gizi tinggi,” terang Rudi.
Selain itu, Dinkes juga melakukan pemeriksaan terhadap anggota keluarga lain guna memastikan tidak ada penularan atau kondisi serupa.
Pihaknya berkomitmen mendampingi proses pemulihan Khaira, sembari memberikan edukasi kesehatan kepada orang tua balita tersebut.
Dinkes Minta Perhatian Lebih terhadap Balita
Kasus Khaira menjadi peringatan keras tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan asupan gizi anak.
BACA JUGA : AHY Pimpin Rakor Normalisasi Pelabuhan Pulau Baai dan Pembangunan Pulau Enggano
Dinkes Seluma menekankan bahwa keluarga harus berperan aktif memperhatikan kondisi rumah serta pola makan anak agar kejadian serupa tidak terulang.
Pihak pemerintah daerah juga berencana memberikan bantuan sosial sekaligus program kesehatan keluarga untuk mencegah kasus serupa di kemudian hari.
“Kami harap kejadian ini menjadi perhatian bersama, karena kesehatan anak sangat bergantung pada kebersihan lingkungan dan kecukupan gizi,” tutup Rudi.








