BENGKULU, RBMEDIA.ID – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kepolisian bergerak sesuai fakta dan bukti di lapangan terkait kericuhan aksi massa yang diwarnai pembakaran serta penjarahan.
Pernyataan ini disampaikan setelah munculnya spekulasi mengenai peran sejumlah pihak, termasuk nama pengusaha Riza Chalid, dalam aksi tersebut.
Polri Fokus Kumpulkan Bukti dan Tangkap Perusuh
Kapolri Listyo menyatakan pihaknya terus mendalami bukti yang ada untuk memastikan siapa saja aktor di balik kerusuhan.
Menurutnya, proses penyelidikan tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, melainkan juga mengarah pada pihak yang diduga sebagai penggerak maupun penyandang dana.
BACA JUGA :Kerugian Miliaran, Polisi Dalami Peran Otak Utama Investasi Bodong Seluma
“Ya tentunya Polri akan bergerak sesuai dengan bukti-bukti di lapangan. Kita akan menarik kesimpulan dari fakta yang kita dapat, akan kita cari baik pelaku di lapangan, aktornya, siapa yang membiayai, semua akan kita cari tahu,” kata Listyo dikutip dari Antaranews.com.
Sejauh ini, kepolisian sudah menangkap sejumlah orang yang diduga sebagai perusuh.
Namun, Listyo menegaskan bahwa jumlah resminya masih dalam proses pendataan.
“Sudah lumayan banyak yang ditangkap, tetapi belum kami himpun. Karena masih terus bertambah, nanti akan kami informasikan secara resmi,” tambahnya.
Presiden Prabowo: Kericuhan Bukan Aspirasi, Melainkan Tindakan Terencana
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kericuhan tersebut bukanlah bentuk penyampaian aspirasi yang dilindungi undang-undang, melainkan tindakan yang terorganisir.
Ia menegaskan adanya indikasi kuat bahwa kelompok tertentu sengaja menggerakkan massa untuk menciptakan kekacauan.
“Ada sekelompok orang yang agaknya, yang kita lihat ini terencana. Mereka datang bukan dari situ, tapi mau membakar, merusak, dan menciptakan amarah rakyat. Jadi ini keprihatinan saya, tetapi tidak ada masalah. Kita akan tegas,” ujar Presiden Prabowo.
BACA JUGA :Acil Bimbo Tutup Usia, Dunia Musik dan Budaya Tanah Air Kehilangan Sosok Ikonik
Lebih lanjut, Prabowo menyoroti aksi di Makassar yang berujung pada pembakaran Gedung DPRD.
Ia menilai tindakan itu tidak bisa dianggap sebagai aspirasi rakyat, melainkan sebuah upaya makar.
“Ingat di Sulawesi Selatan, empat ASN, orang tidak bersalah, korban. Gedung DPRD dibakar. Ini tindakan makar. Semua aparat negara akan selidiki siapa bertanggung jawab. Saya tidak akan ragu membela rakyat,” tegasnya.
Menteri Kompak Dukung Presiden, Nama Riza Chalid Disebut
Sementara itu, beberapa menteri Kabinet Merah Putih pada Senin kompak mengunggah surat terbuka di media sosial.
Dalam surat tersebut, mereka menyatakan keheranan terhadap pihak-pihak yang justru menyerang Presiden Prabowo, padahal presiden tengah berupaya keras melawan praktik mafia.
Nama Riza Chalid pun disebut secara eksplisit dalam surat tersebut sebagai salah satu figur yang masuk kategori mafia.
Dukungan menteri ini sekaligus menegaskan bahwa pemerintah satu suara dalam menghadapi upaya-upaya yang berpotensi melemahkan stabilitas nasional.
Dengan demikian, kasus kericuhan yang terjadi saat ini tidak hanya menyisakan pertanyaan mengenai pelaku lapangan, tetapi juga membuka kemungkinan adanya jaringan besar yang menggerakkan massa.
Polri kini berada di garis depan untuk mengusut tuntas peran aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.








