NTB, RBMEDIA.ID – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (NTB), Zamroni Azis, menyampaikan permintaan maaf usai video dirinya melempar tiang mikrofon viral di media sosial.
Kejadian itu terjadi dalam acara pelantikan Kepala Kemenag Kabupaten Dompu, Najamuddin, pada Jumat (19/9).
Dalam klarifikasinya, Zamroni menegaskan bahwa insiden tersebut murni akibat kekhilafan pribadi.
Ia menegaskan tidak ada niat menyinggung pihak manapun.
“Saya Zamroni Azis atas nama pribadi dengan penuh kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTB,” ujar Zamroni melalui akun resmi Instagram @kanwil_kemenag_ntb, Minggu malam (21/9).
Ia menambahkan bahwa insiden itu terjadi di luar kendali emosinya.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa kejadian tersebut adalah murni kekhilafan pribadi saya tanpa menyinggung siapa pun. Demikian permohonan maaf ini saya sampaikan,” jelasnya.
BACA JUGA : Jejak Aliran Dana Rp3 Miliar, KPK Periksa Lagi Bupati Pati Terkait Proyek DJKA
Video Viral dan Respon Publik
Video berdurasi 28 detik tersebut memperlihatkan Zamroni yang melempar tiang mikrofon saat prosesi pelantikan berlangsung.
Momen itu segera viral di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi masyarakat.
Banyak warganet menyayangkan sikap seorang pejabat publik yang seharusnya dapat menjadi teladan, terutama karena acara tersebut bersifat resmi.
Sejumlah pihak menilai tindakan Zamroni berlebihan, meskipun tidak menimbulkan korban fisik.
Situasi ini menunjukkan betapa cepatnya opini publik terbentuk di era digital, ketika rekaman singkat mampu menimbulkan dampak besar bagi citra pejabat.
Klarifikasi dan Upaya Pemulihan
Sebagai bentuk tanggung jawab, Zamroni langsung menyampaikan klarifikasi.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik, terutama di wilayah NTB yang dipimpinnya.
Permintaan maaf secara terbuka melalui kanal resmi juga menjadi upaya menekankan kesungguhan dirinya dalam mengakui kesalahan.
Di sisi lain, Kementerian Agama di tingkat pusat maupun daerah diharapkan dapat menjaga profesionalitas dan ketenangan dalam setiap kegiatan resmi.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa pejabat publik selalu berada dalam sorotan masyarakat.
BACA JUGA : Tinju Indonesia Berjaya! 5 Medali Dibawa Pulang dari Malaysia
Pentingnya Etika Pejabat Publik
Kasus viral tersebut menegaskan bahwa etika, sikap, dan perilaku pejabat publik sangat penting dalam menjaga wibawa institusi.
Masyarakat menaruh ekspektasi tinggi agar pemimpin mampu menunjukkan keteladanan, terutama dalam acara formal yang disaksikan banyak pihak.
Ke depan, klarifikasi yang disampaikan Zamroni diharapkan dapat meredakan sorotan publik sekaligus menjadi pelajaran penting untuk semua pejabat pemerintah.
Transparansi, kerendahan hati, dan kesediaan untuk mengakui kesalahan merupakan langkah strategis dalam menjaga kredibilitas institusi yang diwakili.
Dengan demikian, meski sempat mencoreng citra, permintaan maaf ini bisa menjadi momentum perbaikan sekaligus refleksi bersama.








