JAKARTA, RBMEDIA.ID –Penemuan jasad bayi laki-laki di Waduk Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (14/9) lalu, menggemparkan warga sekitar.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap siapa yang tega membuang bayi malang tersebut.
Kepala Unit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko, menjelaskan bahwa pihaknya menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
Namun, titik penemuan bayi tidak memiliki CCTV sehingga penyelidikan dilakukan dengan memperluas radius pemantauan.
“Kami masih lidik di sekitaran radius 100 sampai 200 meter terkait penemuan jasad bayi di Waduk Cilangkap,” kata Edi Handoko, Selasa (15/9) dikutip dari Antaranews.com.
BACA JUGA : Tasya Farasya Resmi Gugat Cerai Ahmad Assegaf, Sidang Perdana Digelar 24 September
Penelusuran CCTV dan Pemeriksaan Saksi
Polisi telah memeriksa tiga orang saksi yang berada di sekitar lokasi saat jasad ditemukan. Keterangan para saksi menjadi penting untuk mempersempit dugaan siapa pelaku pembuangan bayi.
“Sampai sekarang sudah ada tiga saksi yang kita periksa. Mereka saksi yang berada di lokasi saat jasad ditemukan,” jelas Edi.
Penemuan jasad bayi sendiri bermula ketika petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tengah membersihkan waduk.
Slamet, salah seorang petugas, mengaku terkejut saat menemukan jasad bayi di antara tumpukan sampah dan rumput di dasar waduk.
“Pas sama teman-teman lagi mengangkat sampah, ternyata di antara rumput ada jasad bayi. Jenis kelaminnya laki-laki,” ungkap Slamet.
Dugaan Bayi Sengaja Dibuang
Dari hasil pemeriksaan awal, jasad bayi tersebut masih memiliki tali pusar, sehingga diduga baru saja dilahirkan sebelum dibuang ke waduk.
Meski begitu, Slamet menambahkan bahwa ia tidak melihat adanya tanda-tanda luka di tubuh bayi tersebut.
“Kalau luka, sepengetahuan saya tidak ada. Begitu menemukan jasad, kita langsung lapor ke warga sekitar, lalu dari warga menghubungi polisi,” tambahnya.
Jajaran Unit Reskrim Polsek Cipayung bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara itu, jasad bayi telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diautopsi.
Autopsi dilakukan guna memastikan penyebab kematian sekaligus memperkuat dugaan adanya tindak pidana.
BACA JUGA : Dukun Pengganda Uang Ternyata Tukang Pijat, Polisi Bongkar Modus Penipuan
Polisi Imbau Masyarakat Beri Informasi
Hingga kini, penyelidikan masih berlanjut. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melapor.
“Kami harap masyarakat sekitar yang melihat atau mengetahui sesuatu dapat membantu proses penyelidikan,” ujar Edi Handoko.
Kasus penemuan bayi ini menambah daftar panjang fenomena pembuangan bayi di Jakarta.
Aparat berkomitmen menuntaskan penyelidikan, mengingat perbuatan tersebut melanggar hukum sekaligus menimbulkan keresahan masyarakat.








